Penguasaan kualitas keterampilan
disertai pembinaan semangat kerja, disiplin dan tanggung jawab. Rendahnya produktivitas disebabkan
antara lain karena tingkat pendidikannya rendah, sehingga untuk meningkatkan
kualitasnya diperlukan pendidikan yang cocok bagi para petani bukan melalui
jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi melalui jalur pendidikan non formal
yang bersifat kemitraan, pemecahan masalah dikelompok, keputusan bersama dengan
anggota kelompok, belajar lewat pengalaman, melakukan, mengalami, dan menemukan
sendiri, teori dan praktek di lapangan,
Berbagai metode penyuluhan pertanian
yang telah dikembangkan oleh Institusi penyuluhan pertanian di Indonesia sejak
”tempo doeloe” sampai sekarang merupakan khazanah pengetahuan yang perlu
dilestarikan dan dikembangkan. Untuk itu perlu dibahas berbagai metode
penyuluhan pertanian yang pernah diterapkan di Indonesia hingga kini sebagai
bahan acuan bagi para penyuluh pertanian, pengelola penyuluhan pertanian dan
para peneliti serta pihak terkait yang menaruh minat pada perkembangan dan
pengembangan penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan pertanian yang banyak
digunakan dalam penyuluhan pertanian di masa lalu, lebih banyak memperankan
penyuluhnya dibanding dengan para petani beserta keluarganya. Maka sejalan
dengan Era Otonomi Daerah, maka metode penyuluhan pertanian yang digunakan
hendaknya lebih banyak memperankan petani beserta keluarganya sedang para
penyuluh pertanian secara berangsur menjadi fasilitator atau hanya sebagai
narasumber.
Metode demonstrasi,dan Sekolah Lapangan sering
kali dipandang sebagai metode yang paling efektif , karena metode seperti ini
sesuai dengan kata pepatah “ seeing is believing” yang dapat diartikan sebagai
“dengan melihat, kita menjadi percaya” atau percaya karena melihat. Artinya
didalam kegiatan penyuluhan, kepada sasaran penyuluhan perlu ditunjukkan
bukti-bukti yang nyata, yang dapat dengan mata kepala mereka sendiri , agar
mereka mempercayai segala sesuatu yang disuluhkan. Bila mereka sudah percaya
mereka lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya.
Oleh sebab itu, metode demonstrasi dan
sekolah lapangan hampir selalu diterapkan oleh setiap penyuluh, meskipun
sebenarnya metode ini lebih tepat diterapkan setidak – tidaknya pada tahapan
“minat” dan “menilai”, karena memerlukan biaya yang relative mahal.
Metode Penyuluhan Pertanian dapat
diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh para
penyuluh kepada para petani beserta keluarganya baik secara langsung maupun
tidak langsung, agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi (teknologi
baru).
Penggolongan Metode Penyuluhan
Metode penyuluhan pertanian dapat
digolongkan menjadi:
Berdasarkan Teknik Komunikasi
a. Metode Penyuluhan Pertanian
Langsung
b. Metode Penyuluhan Pertanian Tidak
Langsung
Berdasarkan Jumlah Sasaran yang
Dicapai
c. Metode Penyuluhan Pertanian dengan
pendekatan perorangan
d. Metode Penyuluhan Pertanian dengan
pendekatan kelompok
e. Metode Penyuluhan Pertanian dengan
pendekatan massal
Berdasarkan Indra Penerima dari
Sasaran
f. Metode Penyuluhan Pertanian yang
diterima oleh indra penglihatan
g. Metode Penyuluhan Pertanian yang
diterima oleh indra pendengaran
h. Metode Penyuluhan Pertanian yang
diterima oleh beberapa indra
Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Penggunaan panca indera tidak terlepas
dari suatu proses belajar mengajar seseorang karena panca indera tersebut
selalu terlibat di dalamnya. Hal ini dinyatakan oleh Socony Vacum Oil Co. Yang
di dalam penelitiannya memperoleh hasil sebagai berikut : 1% melalui indera
pengecap, 1,5% melalui indera peraba, 3% melalui indera pencium, 11% melalui
indera pendengar dan 83% melalui indera penglihat.
Dalam mempelajari sesuatu, seseorang
akan mengalami suatu proses untuk mengambil suatu keputusan yang berlangsung
secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental fisikologis sebagai
berikut :
Tahap sadar yaitu sasaran mulai sadar
tentang adanya inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh
Tahap minta yaitu tumbuhnya minat yang
seringkali ditandai oleh keinginan untuk bertanya atau untuk mengetahui lebih
banyak tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan
oleh penyuluh.
Tahap menilai yaitu penilaian terhadap
baik/buruk atau manfaat inovasi yang telah diketahui informasinya secara lebih
lengkap.
Tahap mencoba yaitu tahap dimana
sasaran mulai mencoba dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya,
sebelum menerapkan untuk skala yang lebih luas.
Tahap menerapkan yaitu sasaran dengan
penuh keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamati
sendiri.
Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan
Metode Penyuluhan Pertanian
Dasar-dasar pertimbangan dalam
pemilihan metode penyuluhan pertanian adalah:
Sasaran
- Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan
sikap sasaran
- Sosial budaya
- Jumlah sasaran
Sumberdaya Penyuluh
- Kemampuan Penyuluh
- Materi penyuluhan
- Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan daerah
- Musim
- Keadaan Usahatani
- Keadaan lapangan
- Kebijakan pemerintah
METODE PENYULUHAN PARTISIPATIF
Penyuluhan Pertanian Partisipatif :
Pendidikan luar sekolah (non formal) bagi petani, nelayan beserta keluarganya
serta anggota masyarakat pertanian lainnya melalui upaya pemberdayaan dan
pengembangan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi wilayahnya.
Prinsip-prinsip
Menolong diri sendiri
Partisipasi
Kemitrasejahteraan
Demokrasi
Keterbukaan
Desentralisasi
Akuntabilitas
Menemukan Sendiri
Kerja sama & koordinasi
Metode Penyuluhan Pertanian
Cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan
pertanian melalui saluran / media komunikasi oleh penyuluh pertanian
kepada petani beserta keluarganya agar
mereka bisa dan membiasakan diri menggunakan teknologi baru, baik secara
langsung ataupun tidak langsung.
Tujuan
Membantu dalam menyampaikan materi penyuluhan
pertanian kepada petani beserta keluarganya agar materi tersebut bisa diterima
secara efektif oleh petani dan bisa menimbulkan perubahan-perubahan perilaku
sesuai dengan yang diinginkan.
Prinsip-prinsip Metode Penyuluhan
Pengembangan untuk berfikir kreatif
Lokasi kegiatan petani
Keterikatan dengan lingkungan sosial
Keakraban hubungan dengan petani
Terciptanya perubahan
Penggolongan Metode Penyuluhan
A. Berdasarkan Teknik Komunikasi
Metode penyuluhan pertanian langsung
(direct communications)
Metode penyuluhan pertanian tidak
langsung (indirect communication)
B. Berdasarkan Sasaran Yang Ingin Dicapai
Pendekatan perorangan
Pendekatan Kelompok
Pendekatan Massal
C. Berdasarkan Indera Penerima
Penglihatan/visual (pesan diterima
melalui penglihatan)
Pendengaran / Audio (pesan diterima
melalui indera pendengaran)
Kombinasi / Audio-visual (pesan dapat
diterima melalui indera penglihatan & pendengaran sekaligus)
Jenis-jenis Metode Penyuluhan Pertanian
a. Kunjungan
l. Putar film
b. Demonstrasi
m. Media cetak
c. Kursus Tani
n. Rembug utama
d. Temu karya
o. Mimbar
e. Temu Usaha
p. Siaran Pedesaan
f. Widyawisata
q. Surat menyurat
g. Perlombaan
r. Temu akrab
h. Magang
s. Temu Lapang
i. Pameran
t. Temu tugas
j. Kampaye
u. Temu usaha
k. Kaji Terap v. Temu wicara
w. Pemberian penghargaan
KUNJUNGAN (RUMAH DAN USAHA TANI)
Pengertian
Suatu hubungan langsung antara penyuluh dengan
petani dan keluarganya secara terencana di rumah atau di lahan usaha taninya
untuk tujuan tertentu. Bisa juga disebut anjangsana atau anjangkarya
Tujuan
Berkenalan dan untuk mendapatkan
kepercayaan petani dan keluarganya
Bertukar pikiran
Mengajar ketrampilan
Mencari atau memberi informasi secara
langsung
Menemukan masalah-masalah yang tidak
disadari oleh sasaran
Manfaat
Memperat hubungan antara penyuluh
dengan sasaran
Dapat memecahkan masalah yang dihadapi
sasaran secara individual
Dapat menjelaskan secara langsung dan
terinci suatu rekomendasi
Dapat memantau sampai sejauh mana
suatu rekomendasi telah diterapkan oleh sasaran
Dapat merencanakan kegiatan penyuluhan
dari hati ke hati
Menumbuhkan kepercayaan kepada
penyuluh bila anjurannya diterima
Mendorong petani untuk berusaha tani
lebih baik karena adanya pelayanan untuk kepentingan mereka sendiri
Mempercepat proses adopsi
Penyebaran informasi ke petani lain
akan lebih cepat
Hambatan
Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih
banyak jika dibandingkan dengan metode lain
Jumlah petani yang dapat dikunjungi
terbatas
Kunjungan yang sering dilakukan kepada
seorang petani akan menimbulkan prasangka pada petani-petani lainnya
Hal yang harus diperhatikan
Persiapan yang matang merupakan kunci
keberhasilan suatu kunjungan
sebelum berkunjung :
Tentukan tujuan yang ingin dicapai san
kegiatan apa yang akan dilakukan selama kunjungan
Perlu mengetahui keadaan petani,
keluarga tani dan usahanya
Perlu mengetahui spesifik informasi
tentang masalah yang dihadapi petani yang akan dikunjungi
Rencanakan lamanya waktu kunjungan
Selama berkunjung
Ikuti adat istiadat atau kebiasaan
setempat dalam hubungan dengan tata cara bertamu
Bicaralah hal-hal yang menarik
perhatian
Biarkan petani berbicara
sebanyak-banyaknya dan jangan memotong pembicaraan
Bicara bila petani itu bertanya
Harus sungguh-sungguh dalam membuat
pernyataan sehingga tidak menimbulkan keraguan pada petani
Hindarkanlah terjadinya perdebatan
yang berkepanjangan
Biarkan petani merasa sebagai
pemrakarsa gagasan-gagasan yang baik
Catat hal-hal yang tidak dapat
terpecahkan selama berdikusi dengan petani
Bersikaplan jujur dalam mengajar
maupun dalam belajar.
Bila memungkinkan bawalah bahan-bahan
bacaan untuk diberikan kepada petani,
Ada baiknya merencanakan kunjungan ke beberapa petani untuk menghemat waktu dan
pada akhir kunjungan, undanglah petani untuk datang ke Balai Penyuluhan
Pertanian
DEMONSTRASI
Pengertiang
Demonstrasi merupakan suatu metode
untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara atau hasil penerapan teknologi
pertanian yang telah terbukti mnguntungkan bagi petani dan keluarganya
Teknologi yang didemonstrasikan sudah teruji
baik dari mudahnya diterapkan secara ekonomi menguntungkan dan sosial budaya
dapat diterima
Tujuan
Menyakinkan sasaran akan suatu cara
yang lebih baik dan menguntungkan
Menunjukan hasil sesuatu cara baru
Memperlihatkan keuntungan dari suatu
anjuran
Terbukanya kesempatan bagi sasaran
untuk berperan aktif dalam kegiatan pembangunan pertanian
Terbukanya kesempatan bagi sasaran
untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara lebih nyata.
Manfaat
Efektif untuk mengajarkan ketrampilan
Menumbuhkan kepercayaan
Merangsang kegiatan
Dapat memberikan keterangan dengan
fakta-fakta yang nyata
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
Hambatan
Tidak dapat dipakai untuk semua
kegiatan
Memerlukan banyak persiapan, peralatan dan
ketrampilan
Hasilnya dapat rusak karena faktor
lain.
Bila gagal merugikan kegiatan atau
program selanjutnya
KAJI TERAP
Pengertian
Metode penyuluhan pertanian untuk meningkatkan
kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usaha tani yang telah
rekomendasi sebelum di demonstrasikan dan atau dianjurkan, yang pelaksanaannya
dilakukan oleh petani maju di lahan usahataninya dengan bimbingan penyuluh
pertanian.
Tujuan
Meyakinkan paket teknologi usaha tani
yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi usaha tani dan
sosial ekonomi petani di wilayah tertentu
Mempercepat penyebaran informasi
teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum.
Manfaat
Merangsang petani maju dan petani lain
untuk menerapkan paket teknologi,
Keberhasilan anjuran cukup besar
Kelemahan
Kurang dapat menyerap peserta
Membutuhkan biaya yang cukup besar
Pelaksanaan
Persyaratan ; Materi kaji terap,
metode pengkajian dan penerapan, lokasi, pelaksanaan kaji terap
Tatalaksana ; Persiapan (perencanaan),
Pelaksanaan (musyawarah, penetapan jadwal, penyediaan sarana, teknik budidaya,
pencatatan/pelaporan, pengolahan hasil).
Pembinaan ; Tingkat pusat (penyusunan
pedoman, pembinaan & pengendalian, supervisi), Tingkat pronvinsi (juklak,
juknis, pembinaan opersional penyelenggara, supervisi), Tingkat kabupaten
(bimbingan penyelenggara kaji terap, bimbingan teknis, bimbingan organisasi
& adminitrasi)
Pemantauan & Evaluasi
KURSUS TANI
Pengertian
Proses belajar mengajar yang diperuntukan bagi
petani dan keluarganya termasuk juga wanita tani dan taruna tani yang
diselenggarakan secara sistimatis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu
Tujuan
Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan
agar dapat memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam berusaha tani
Meningkatkan pengetahuan, kecakapan
dan ketrampilan ibu tani dalam membantu memecahkan masalah-masalah usaha tani
yang dihadapi keluarganya dan bidang kerumahtanggaan yang berkaitan erat dengan
pertanian
Meningkatkan pengetahuan, kecakapan
dan ketrampilan dalam menerapkan teknologi yang lebih menguntungkan
Mempersiapkan pemuda-pemudi tani
sebagai petani yang dinamis
Menumbuhkan calon-calon kontak tani
dan kontak wanita tani yang bersedia dan mampu menyebarkan teknologi yang lebih
menguntungkan.
Menggugah dan mengembangkan kesadaran
swadaya keluarga tani
Manfaat
Kursus tani yang diselenggarakan dengan baik,
akan memberikan manfaat antara lain :
Menghasilkan petani yang cukup
berpengetahuan, cakap dan terampil dalam mengelola usahataninya
Menghasilkan ibu-ibu tani yang dapat
membantu mengelola usaha tani dan menciptakan keluarga sejahtera
Menghasilkan pemuda-pemudi tani yang
siap menggantikan orang tua mereka sebagai petani yang lebih maju.
Mempercepat proses adopsi teknologi
baru
Menciptakan keakraban penyuluh,
petugas pertanian lainnya dengan petani
Mendorong terbentuknya kelompok tani
Menghasilkan kontak tani dan kelompok
wanita tani
Penyelenggaraan kursus tani
Penyelenggaraan kursus tani meliputi 3 tahapan
yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi serta bimbingan
lanjutan
1. Perencanaan
a. Menetapkan kebutuhan belajar ; dilakukan dengan cara
Wawancara dengan calon peserta kursus
Pengamatan di lapangan
Pengumpulan informasi dari pejabat dan
tokoh masyarakat setempat
Pertemuan atau musyawarah khusus
dengan calon peserta kursus
b. Merumuskan tujuan belajar
Sasaran didik
Perilaku yang diubah
Materi yang diajarkan
Lingkungan
c. Menetapkan materi pelajaran
Berkaitan erat dengan masalah yang
dihadapi sesuai dengan kebutuhan belajar yang telah ditetapkan
Praktis dan langsung dapat memecahkan
masalah sehingga akan menimbulkan motivasi yang kuat
Sederhana sehingga mudah dipahami
Spesifik dan ruang lingkupnya terbatas
Sesuai dengan keadaan teknis usaha
tani dan sosial ekonomi peserta kursus
Jumlah materi yang diajarkan terbatas
sesuai dengan kemampuan peserta, tenaga pengajar, biaya dan waktu yang tersedia
d. Menyusun rencana pengajaran
Kursus belajar lebih terarah sesuai
dengan tujuan pengajaran
Pengajar mengetahui pokok-pokok materi
yang akan diajarkan
Peserta dapat mengetahui materi yang
akan diajarkan. Dalam menyusun rencana pengajaran sebaiknya perimbangan antara
jam pelajaran teori dan praktek adalah 75% dan 25% atau 60% dan 40%
e. Pemilihan metode pengajaran
Metode pengajaran yang dapat digunakan untuk
menambah pengetahuan antara lain ; ceramah, tanya jawah, kuliah, pemberian tugas,
dan widyawisata. Metode pengajaran yang digunakan untuk melatih ketrampilan
dapat menggunakan metode demonstrasi, praktek, dan kerja kelompok.
f. Penetapan pengajar
Pengajar dapat berasal dari petugas lingkup
pertanian atau petugas lainnya sesuai dengan materi yang telah ditentukan .
Pengajar hendaknya menguasai materi yang diajarkan memahami masalah pertanian
dan dapat mengajar.
g. Penetapan peserta
Syarat utama peserta kursus tani adalah
benar-benar petani, bersedia mengikuti kursus sampai selesai dan belum pernah mengikuti yang sama.
Dalam penetapan peserta, prioritas dapat diberikan kepada petani yang
berpotensi menyebarluaskan pngetahuan dan ketrampilannya kepada petani lain
dari yang tingkat kebutuhan belajar tinggi
Jumlah peserta yang ideal paling banyak 30
orang untuk setiap kursus. Untuk kelancaran. proses belajar hendaknya peserta
homogen dalam hal ini tingkat pendidikan, jenis dan tingkat kebutuhan belajar
serta usaha pokok yang dikelolanya, jika ada perbedaan hendaknya tidak
mencolok.
h. Pemilihan tempat, dan jadwal kursus
Tempat penyelenggaran kursus harus memenuhi
beberapa syarat antara lain ;
Tersedia ruang belajar yang memadai
Mudah didatangi
Berdekatan dengan tempat praktek
Jadwal kursus hendaknya tidak banyak
mengganggu kegiatan pokok pengajar/petugas. Karena itu sebaiknya kursus
dilaksanakan pada sore atau malam hari. Lamanya kursus tergantung dari jam
pelajaran dan frekuensi pengajaran
i. Perumusan rencana evaluasi
Evaluasi belajar dilaksanakan untuk mengukur
tingkat keberhasilan tujuan pengajaran. Rencana evaluasi disusun sebelum kursus
dilaksanakan. Berdasarkan pelaksanaannya evaluasi terdiri dari evaluasi awal,
antara dan evaluasi akhir. Evaluasi ini hanya dilakukan untuk menilai
pengetahuan dan ketrampilan peserta sebelum dan sesudah kursus.
Bila rencana telah tersusun, ada baiknya
dikonsultasikan dengan pejabat pemerintah setempat yang terlibat dalam kegiatan
kursus untuk mendapatkan saran, perbaikan, dukungan dan izin penyelenggaraan.
2. Pelaksanaan kursus
a. Persiapan
Undanglah calon peserta dan pengajar dengan
undangan khusus untuk memberitahukan tempat dan waktu kursus, rencana pelajaran
dan hal-hal yang harus dipersiapkan peserta dan pengajar.Undangan disampaikan
paling lambat seminggu sebelum waktu pelaksanaan berlangsung. siapkan pula
tempat penyelenggaraan dan sarana pengajaran yang diperlukan.
b. Pemberian pelajaran
Ada 5 prinsip belajar yang harus mewarnai kegiatan mengajar dari setiap
pengajar kursus tani yaitu ;
Belajar dengan mengerjakan
Belajar dengan memecahkan masalah
Partisipasi aktif dari peserta
Belajar dari pengalaman
Penggunaan pendekatan multi media
Karena itu dalam memberikan pelajaran,
beberapa hal yang harus diingat oleh para pengajar adalah :
Menumbuhkan gairah belajar
Memberikan kesempatan para peserta
mengungkapkan pengalaman yang berkaitan dengan materi pelajaran
Memberikan kesempatan bertanya
Memberikan kesempatan mencoba, bila
mengajar ketrampilan
Memberitahukan kesalahan yang
dilakukan peserta dan menunjukan cara yang benar
Berusaha membangkitkan minat,
perhatian dan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut materi yang diajarkan
Mengaktifkan para peserta
c. Evaluasi dan bimbingan lanjutan
Evaluasi dilakukan sesuai dengan rencana yang
telah diputuskan bersama. Untuk menilai efektifitas penerapan praktis dari
kursus yang telah dilaksanakan dapat dilakukan evaluasi lapangan setelah
peserta kembali ke tempat asalnya. Sebagai bukti telah mengikuti kursus dan untuk
merangsang peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti kursus, berilah tanda
surat tamat kursus tani bagi peserta yang telah mengikuti kursus dengan baik.
Surat tersebut juga merupakan kebanggaan peserta.
Bimbingan lanjutan dilakukan untuk membantu
lulusan menerapkan hasil belajar, mengembangkan kepemimpinan agar dapat
menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan yang mereka miliki serta mendapatkan
data tentang manfaat kursus yang telah diselenggarakan. Bimbingan lanjutan juga
akan lebih mengakrabkan dan pengajar dengan para lulusan kursus. Bimbingan
lanjutan ini dapat dilakukan dengan cara memberikan bahan bacaan, mengadakan
kunjungan, mengadakan pertemuan atau menyelenggarakan perlombaan atau lulusan.
KARYA WISATA
Pengertian
Kegiatan perjalanan secara bersama dilakukan
oleh sejumlah petani untuk mempraktekan hasil suatu pengajaran atau melakukan
suatu pengajaran atau melakukan suatu karya yang bermanfaat di tempat yang
dituju
Tujuan
Meyakinkan dan memberikan kesempatan kepada
petani untuk melihat sendiri hasil penerapan teknologi baru, demonstrasi, suatu
ketrampilan, alat baru dan sebagainya serta mempraktekannya dan juga untuk
memperoleh pandangan dari hasil pembangunan daerah.
Manfaat
Memberikan motivasi kepada petani
untuk melakukan sesuatu kegiatan.
Memberikan keakraban di antara sesama
petani
Memperluas wawasan
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
Kelemahan
Biaya relatif mahal
Sulit untuk memenuhi keinginan semua
peserta
Salah obyek akan menimbulkan kekecewaan
Seringkali menghadapi hambatan sarana
dan prasaran
Teknis Pelaksanaan
Buatlah perencanaan partisipasif karya
wisata yang meliputi penentuan tempat
yang akan dikunjungi, demonstrator,
perjalanan, biaya pelaksanaan, susunan peserta, pimpinan serta pejabat,
yang dikunjungi.
Selalu mengupayakan kepentingan
kelompok
Kesempatan seluasnya kepada peserta
Bantu membuat catatan
Atur jadwal agar tidak terlalu padat.
Kesempatan kepada peserta untuk
menguraikan hasil usaha mereka sendiri
TEMU USAHA
Pengertian
Pertemuan antar petani dengan pengusaha di
bidang pertanian dengan tujuan untuk tukar menukar informasi, baik mengenai
teknologi produksi maupun pemasaran untuk dapat menumbuhkan, meningkatkan, dan
memperluas terjadinya transaksi usaha.
Tujuan
Menumbuhkan rangsangan ke arah usaha
tani komesil, kerjasama usaha dan kewiraswastaan
Terbukanya kesempatan menambah
pengetahuan di bidang pemasaran teknologi dan di bidang pengolahan hasil.
Mempromosikan dan mempercepat
penggunaan barang-barang produksi dalam negeri
Manfaat
Menumbuhkan kegiatan usaha tani yang
berorientasi kepada pasar sehingga keuntungan yang diperoleh meningkat
WIDYAWISATA
Pengertian
Merupakan perjalanan bersama yang dilakukan
oleh kelompok tani untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam
keadaan sesungguhnya atau melihat suatu akibat tidak diterapkannya teknologi
yang dianjurkan di suatu tempat.
Tujuan
Meyakinkan sasaran dengan menyaksikan
sendiri hasil penerapan suatu teknologi, demonstrasi ketrampilan dan alat bantu
Membantu sasaran mengenal masalah,
menumbuhkan minat dan memperhatikan serta motivasi untuk melakukan suatu hal.
Manfaat
Membina keakraban,
Menimbulkan pengertian yang lebih
jelas dan memperluas wawasan,
Memotivasi peserta untuk melakukan
suatu kegiatan,
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
Hal-hal yang Harus Diperhatikan
Tujuan kegiatan, materi & lokasi
widyawisata & kesiapan pihak yang dikunjungi,
Lama kunjungan dan jadwal acara
Jumlah peserta dan pendamping
Organisasi, lengkap dengan pembagian
tugas
Sarana dan biaya yang diperlukan
PERLOMBAAN
Pengertian
Merupakan kegiatan yang dapat menumbuhkan
persaingan sehat antara petani dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan.
Kegiatan ini diperlukan untuk mendorong petani agar mau dan mampu meningkatkan usaha
taninya dan kesejahteraannya
Tujuan
Menarik perhatian terhadap sesuatu hal
dalam usaha tani
Meningkatkan prestasi dalam berusaha
tani
Menumbuhkan dan meningkatkan peran
serta dalam program pembangunan
Menumbuhkan kegiatan kerja sama
diantara petani
Manfaat
Secara swadaya meningkatkan mental, perhatian
ataupun ketrampilan tentang sesuatu kegiatan yang dilombakan
Kelemahan
Apabila perencanaan kurang baik akan sangat
mempengaruhi tercapainya tujuan
MAGANG
Pengertian
Untuk lebih meningkatkan partisipasi petani
dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan, maka dikembangkan suatu metode
belajar mengajar antara sesama petani/nelayan secara magang.
Tujuan
Meningkatkan ketrampilan dan kecakapan serta kecintaan
petani terhadap pekerjaannya
Menumbuhkan kreativitas, sikap kritis,
rasa percaya diri, dan jiwa kewiraswataan
Menumbuhkan minat dan keyakinan
pemagang terhadap usaha tani sebagai sumber pencaharian
Menumbuhkan dan mengembangkan hubungan
sosial dan interaktif positif antara sesama petani
Meningkatkan ketrampilan kecakapan dan
rasa percaya diri petani pengajar dalam mengajar petani lain
Manfaat
1. Lebih berhasil guna karena
Lapangan pekerjaan sama
Hubungan lebih akrab
Komunikasi lebih lancar
Pengaruh hasil belajar lebih meresap
Kesempatan belajar mengajar lebih
banyak
2. Lebih berdaya guna dibandingkan dengan
metode lain karena;
Memberi manfaat timbal balik bagi
pengajar dan yang belajar
Meminta sedikit tenaga dan waktu
penyuluh
Dapat melayani berbagai macam jenis
usaha taninya
Dapat mengikut sertakan petani dalam
jumlah yang banyak
Praktek bercocok tanam padi
3. Praktis karena
Belajar secara langsung melalui
kegiatan nyata di lapangan
Belajar secara langsung memecahkan
masalah nyata yang dihadapi
Sarana belajar telah tersedia
Persyaratan-persyaratan
1. Persyaratan magang
Bersedia untuk belajar
Bersedia tinggal bersama keluarga
petani, pengajar, bila berasal dari daerah lain dan bekerja di lingkungan usaha
tani pengajar.
Bersedia mematuhi kesepakatan magang
yang disetujui bersama
Bersedia menyebarluaskan hasil belajar
kepada petani disekitarnya
2. Persyaratan petani pengajar
Berhasil dalam usaha taninya
Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan
lebih dari rata-rata petani pemagang
Bersedia dan mampu mendidik para
pemagang
Pernah mengikuti kursus tani
Bersedia dan mampu menyediakan
akomodasi bila pemagang datang dari daerah lain.
3. Persyaratan pembimbing
Menghubungkan dan mempertemukan calon
pemagang dan calon pengajar
Membimbing pengajar dalam teknik
mengajar dan membantu pemagang dalam kegiatan belajar
Melaksanakan evaluasi dn memantau
kegiatan untuk penyempurnaan pelaksanaannya
Mendorong para petani terutama kontak
tani agar secara swadaya melaksanakan pendidikan magang untuk meningkatkan
partisipasi mereka dalam memajukan masyarakat tani dan pembangunan di pedesaan
Prinsip Penyelenggaraan Magang
Mempunyai minat terhadap bidang yang akan
dipelajari
Menghayati tujuan belajar dan
merasakan kegunaannya
Mendapatkan kesempatan yang cukup
untuk berlatih diri selama magang terutama dalam memecahkan masalah yang
dihadapi
Merasa senang dan puas terhadap lingkungan belajar, pengajar, dan
hasil belajar
Mendapat bimbingan dari pembimbing dan
pengajar dalam memilih cabang usaha tani yang
sesuai dengan minat, pengetahuan dan ketrampilan serta latar belakang
teknis, sosial dan ekonomi daerah
asalnya
Dipertemukan dengan pengajar untuk
secara bersama untuk menyusun dan menetapkan rencana kegiatan dan kesempatan
magang dalam hal pemondokan, konsumsi dan tata tertib.
Tata Cara Pelaksanaan
1. Persiapan
Para pembimbing harus aktif menyebarkan
informasi pada setiap kesempatan tentang adanya peluang bagi petani untuk
mengikuti pendidikan magang pada setiap pertemuan. Selanjutnya adakan
inventarisasi jumlah pemagang berikut materi usaha tani yang diminati dan
jumlah petani pengajar
2. Pelaksanaan
Pendidikan magang sebaiknya dilaksanakan
sewaktu kegiatan usaha tani yang akan dipelajari sedang berlangsung
Lama belajar disesuaikan dengan
keperluan para pemagang dan materi yang diajarkan
Jumlah pemagang yang belajar pada
setiap petani pengajar disesuaikan dengan kemampuan petani pengajar dalam
mengajar dan fasilitas yang tersedia
3. Materi yang diajarkan
Materi yang diajarkan sebaiknya berkaitan
dengan fungsi seorang petani sebagai :
Pemimpin perusahaan yang mengelola usaha
taninya sendiri
Tenaga pembukuan yang melaksanakan
pencatatan, perhitungan dan analisis usaha tani
Tenaga mekanik yang menggunakan,
merawat, memperbaiki alat dan mesin yang digunakan dalam berusaha tani
Kepala rumah tangga dan anggota
masyarakat yang mempunyai interaksi sosial dengan anggota keluarga dan
masyarakat dilingkungan keluarga dan usaha taninya
Evaluasi
Pokok-pokok evaluasi antara lain
Kerjasama petani pengajar dan
pembimbing
Kesempatan yang diberikan oleh petani
pengajar kepada pemagang untuk berlatih selama magang
Hubungan sosial petani pengajar dan
pemagang
Keadaan akomodasi dan konsumsi selama
magang
Tambahan pengetahuan dan ketrampilan
dalam pengelolaan usaha tani
Kreativitas, sikap kritis, rasa
percaya diri dan jiwa wiraswata yang tumbuh dan berkembang
Apresiasi dan keyakinan terhadap usaha
tani sebagai sumber mata pencaharian
Hubungan sosial dan interaksi positif
yang tumbuh atau berkembang antara sesama petani
Tambahan ketrampilan, kecapan dan rasa percaya
diri para petani pengajar
Bimbingan Lanjutan
Memantau perkembangan pemagang setelah
kembali ketempat asal
Membina keakraban lebih lanjut antar
pemagang dan petani pengajar
Membimbing usaha tani eks pemagang
Memotivasi eks pemagang untuk menjadi
pengajar di daerahnya
TEMU KARYA
Pengertian
Pertemuan antara petani untuk bertukar pikiran
dan pengalaman serta belajar atau saling mengajarkan ketrampilan maupun
pengetahuan untuk diterapkan.
Tujuan
Terbukanya kesempatan tukar-menukar
pengalaman & ketrampilan
Tersalurannya teknologi dikalangan
petani secara langsung & lebih cepat
Memperluas cakrawala berfikir terhadap
sesuatu hal yang dibicarakan
Mendidik berfikir secara skematis
Belajar untuk dapat mengendalikan diri
Meningkatkan keakraban
Manfaat
Menumbuhkan keyakinan, kepercayaan
diri & swadaya petani dalam penerapan teknologi pertanian
Mudah meyakinkan petani lainnya dalam
penerapan teknologi yang dianjurkan
Pemilihan dan Penetapan Metode Penyuluhan
Pertanian
A. Beberapa pertimbangan dalam
PemilihanPertanian
Sasaran (tingkat PSK sasaran, tingkat
pendidikan, tujuan yang akan dicapai, sosial budaya dan lain lain.
Sumber daya dan kelengkapannya
(kemampuan penyuluh pertanian, materi, sarana dan biaya penyuluhan pertanian)
Potensi wilayah /keadaan daerah
(musim, jenis usaha tani, dan kondisi lapangan
Kebijakan pemerintah baik pusat maupun
daerah
B. Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian
Identifikasi Kebutuhan
Analisa sasaran
Merumuskan tujuan
Menetapkan alternatif metode
penyuluhan pertanian
PENGERTIAN, TUJUAN DAN PRINSIP-PRINSIP METODE
PENYULUHAN PERTANIAN PARTISIPATIF.
A. Pengertian, Tujuan dan Prinsip Prinsip
Penyuluhan Pertanian
Paradigma baru penyuluhan pertanian menuntut
agar penyuluhan pertanian difokuskan kembali kepada petani dan keluarganya
pelaku pembangunan pertanian. Dengan demikian kedudukan petani dan keluarganya
dalam pembangunan pertanian adalah sebagai pelaku utama dan sebagai subyek
bukan obyek.
Penyuluh pertanian merupakan bagian dari
sistim pembangunan pertanian dan merupakan upaya membangun kemampuan masyarakat
secara persuasif edukatif seyogyanya dilakukan dengan menerapkan
prinsip-prinsip penyuluhan pertanian secara baik dan benar. Dengan demikian penggunaan
metode penyuluhan pertanian partispatif yng berfokus kepada kepentingan dan
aspirasi petani dan keluarganya mutlak diterapkan guna mewujudkan keberdayaan
petani dan keluarganya dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan mereka
secara mandiri dan berkelanjutan.Untuk itulah dipandang perlu menggalakan dan
mensosialisasikan penerapan pendekatan penyuluhan pertanian partisipatif secara
lebih luas dengan kembali penyuluhan pertanian kepada petani
Pengertian
Pengertian penyuluhan pertanian partisipatif
adalah pendidikan luar sekolah ( non formal ) bagi petani beserta keluarganya
serta anggota masyarakat pertanian lainnya melalui upaya pemberdayaan dan
pengembangan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan
kondisi wilayahnya
2. Prinsip-prinsip
Menolong diri sendiri
Prinsip menolong diri sendiri memberikan
landasan bahwa penyuluhan partisipasif membangun kapasitas dan kemampuan petani
beserta keluarganya dalam memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk
menolong diri sendiri tanpa harus menunggu bantuan orang lain atau tergantung
kepada pihak luar.
2. Partisipasi
Memberikan penyuluhan partisipasif melibatkan
petani beserta keluarganya mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan,
pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi. Wujud keterlibatan tersebut adalah
kesadaran dan kemauan mereka untuk datang, mendengar, berkomunikasi searah,
berkomunikasi dua arah, membangun kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama,
membuat keputusan, berbagi resiko, bermitra, sampai mampu mengelola sendiri
3. Kemitrasejajaran
Memberikan landasan bahwa penyuluhan
partisipatif diselenggarakan berdasarkan atas kesamaan kedudukan antara
penyuluh dengan petani dan keluarganya. Dengan demikian penyuluhan pertanian
mempunyai kedudukan sebagai mitra sejajar petani dan keluarganya.
4. Demokrasi
Memberi landasan bahwa dalam penyuluhan
pertanian partisipatif seluruh kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan,
perencanaan, pelaksanaan, monitoring, sampai evaluasi diselenggarakan dari
petani oleh petani dan untuk petani.
5. Keterbukaan
Memberikan landasan bahwa dalam penyuluhan
partisipatif seluruh kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan,
pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi
diselenggarakan secara terbuka. Setiap petani mempunyai akses yang sama
untuk mendapatkan informasi sehingga timbul rasa saling percaya dan kepedulian
besar
6. Desentralisasi
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai
evaluasi dititikberatkan pada daerah kabupaten / kota dengan melaksanakan
otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.
7. Keswadayaan
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai
evaluasi diselenggarakan atas dasar swadaya petani & keluarganya yang
diwujudkan dengan cara menyumbangkan tenaga & material yang mereka miliki
untuk melaksanakan semua kegiatan.
8. Akuntabilitas
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai
evaluasi dipantau dan diawasi oleh petani beserta keluarganya serta masyarakat
tani lainnya.
9 . Menemukan sendiri
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
bukan hanya sekedar transfer paket teknologi untuk diadopsi oleh petani beserta
keluarganya sebaliknya penyuluhan partisipatif ditujukan untuk memperkuat kapasitas
masyarakat tani setempat dalam proses penciptaan dan pengembangan inovasi
melalui kegiatan studi / kajian yang dilakukan oleh mereka sendiri dan
penggalian informasi mengenaik aspek biofisik (agroklimat), sosial dan ekonomi
sampai dengan penyebarluasan pengetahuan, pengalaman dan teknologi yang sesuai
dengan kebutuhan mereka dan potensi wilayah masing masing. Termasuk juga disini
kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan kearifan lokal. Kegiatan ini
selanjutnya dimaksudkan untuk membuat rencana kegiatan kelompok, rencana
kegiatan desa, kecamatan serta kabupaten.
10. Membangun pengetahuan
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
diselenggarakan untuk memperkuat kegiatan wadah / keras belajar petani secara
berkesinambungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan,
sikap, dan perilaku positif, membangun etos kerja keras, produktif, efisien,
disiplin dan jiwa serta semangat kewirausahaan yang pandai melihat dan
memanfaatkan peluang serta pantang menyerah atau putus asa.
11. Kerja sama dan Koordinasi
Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif
diselenggarakan atas dasar kerja sama dan koordinasi yang intensif baik
diantara peneliti, penyuluh, dan petani beserta keluarganya serta masyarakat
tani lainnya maupun dengan pihak-pihak terkait. Kerja sama dan koordinasi ini
dilakukan secara perorangan maupun melalui kelembagaan baik perusahaan swata,
LSM, Perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian. Dinas-dinas lingkup dan luar
sektor pertanian maupun lainnya. Kerja sama dan koordinasi ini dilaksanakan secara
terpadu dan berorientasi kepada kebutuhan petani beserta keluarganya sehingga
memberi efek saling memperkuat bagi upaya pemberdayaan petani dan keluarganya.
Dalam kenyataannya peran penyuluh mengalami gelombang pasang surut sesuai
dengan kebutuhan dan tuntutannya. Pada saat dimana suatu program pembangunan
didominasi oleh peran pemerintah dan peran masyarakat sipil lemah, maka
penyuluhan lebih ditetapkan sebagai usaha mengendalikan atau memanipulasi
lingkungan sedemikian rupa sehingga dapat mempengaruhi orang-orang tertentu
untuk mau merubah pola perilakunya untuk memperbaiki mutu kehidupan mereka.
Sebaliknya jika peran masyarakat sipil kuat dan ditempatkan sebagai subyek
sasaran penyuluhan, maka penyuluhan tidak lain adalah pemberdayaan sasaran
penyuluhan tersebut.
B. PENGERTIAN, TUJUAN DAN PRINSIP-PRINSIP
METODE PENYULUHAN PARTISIPATIF
Penyuluhan pertanian merupakan kegiatan
pendidikan dengan tujuan untuk mengubah perilaku klian (petani dan keluarga)
sesuai dengan yang direncanakan atau diinginkan yakni upaya pemberdayaan klien
agar lebih berdaya secara mandiri. Untuk mencapai maksud tersebut kegiatan
penyuluhan harus dapat menimbulkan perubahan perilaku petani dan keluarganya.
Dalam kegiatan penyuluhan seorang penyuluh pertanian memiliki peranan yang
sangat penting dalam penyampaian materi-materi penyuluhan yang diperlukan oleh
petani beserta keluarga.Untuk itu seorang penyuluh harus bisa memilih dan
menerapkan cara atau metode apa yang digunakan untuk menyampaikan materi
penyuluhan.
Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara atau
teknik penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui saluran / media
komunikasi oleh Penyuluh Pertanian kepada petani beserta keluarga agar mereka
bisa dan membiasakan diri menggunakan teknologi baru baik secara langsung maupun
tidak langsung.
Salah satu alasan mengapa kita menggunakan
metode penyuluhan pertanian adalah sasaran yang akan diberi penyuluhan
pertanian cukup beragam baik pada tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan
dan kesempatannya. Dengan keragamannya sasaran tersebut maka perlu dipilih dan
digunakan metode penyuluhan pertanian yang sesuai dengan kondisi sasaran.
Tujuan penggunaan metode penyuluhan penyuluhan
pertanian adalah untuk membantu para penyuluh pertanian dalam menyampaikan
materi penyuluhan pertanian kepada petani beserta keluarganya agar materi
tersebut bisa diterima secara efektif oleh petani dan bisa menimbulkan
perubahan-perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan
Sebelum menerapkan Metode penyuluhan pertanian
partisipatif seorang penyuluh pertanian perlu memahami prinsip-prinsip metode
penyuluhan pertanian yang dijadikan landasan memilih metode yang tepat bahwa
ada 5 prinsip metode penyuluhan pertanian yaitu :
Pengembangan untuk berfikir kreatif
Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, seorang
penyuluh pertanian harus mampu memilih metode yang tepat yang dapat
mengembangkan daya nalar dan kreativitas petani dan keluarganya. Dengan metode
tepat diharapkan bisa dihasilkan petani yang mampu dengan upaya sendiri
mengatasi masalahnya yang dihadapi dan mampu mengembangkan kreativitas untuk
memanfaatkan setiap peluang dan potensi yang ada untuk memperbaiki mutu hidup
2. Lokasi kegiatan petani
Dalam kegiatan rutinitasnya, petani sibuk
dengan kegiatan usahataninya sehingga kadang kala mereka tidak suka diganggu.
Untuk itu kegiatan penyuluh pertanian sebaiknya menerapkan metode-metode yang
dapat dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal petani bekerja. Beberapa
keuntungan dari penerapan metode di lingkungan petani bekerja antara lain ; a)
tidak mengganggu kegiatan rutinitas petani, b) dapat ditunjukkan contoh-contoh
nyata masalah lingkungan kerja petani dan, c) penyuluh pertanian dapat
memahammi betul keadaan sasaran yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu
hidupnya
3. Keterikatan dengan lingkungan
sosial
Setiap petani akan berperilaku sesuai dengan
kondisi lingkungan sosialnya dimana mereka tinggal. Kegiatan penyuluh pertanian
akan lebih efisien jika dilaksanakan hanya kepada masyarakat petani terutama
yang diakui lingkungan sebagai panutan yang baik
4. Keakraban hubungan dengan
petani
Keakrabanan hubungan antara penyuluh pertanian
dengan petani beserta keluarganya merupakan satu hal yang sangat penting dalam
kelancaran penyelengaraan penyuluhan pertanian. Dengan keakraban akan tercipta
suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan mengemukan pendapat serta
saran-saran yang disampaikan. Penyuluh pertanian dapat diterima dengan senang
hati tanpa ada prasangka dan merasa dipaksa
5. Terciptanya perubah
Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengubah
perilaku petani dan keluarganya baik pengetahuan sikap maupun ketrampilan. Dalam kaitan ini metode penyuluhan pertanian
diterapkan harus mampu merangsang petani untuk selalu siap dan senang hati atas
kesadaran atau pertimbangan nalarnya sendiri mau melakukan perubahan demi
perbaikan hidupnya
PENGGOLONGAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
A. Berdasarkan Teknik Komunikasi
Metode penyuluhan pertanian langsung
(direct communication), metode langsung digunakan waktu berhadapan muka ke muka
dengan sasarannya dan berdialog dengan petani dan keluarganya. contohnya
demonstrasi, ceramah, kursus tani, obrolan sore. Metode yang langsung ini
dianggap lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh
dan sasaran. Dalam kondisi terbatasnya personalia, kurangnya transport,
terbatasnya biaya, maka metode ini dianggap mahal.
Metode penyuluhan pertanian tidak
langsung (indirect communication), metode ini megunakan penyampaian pesan
melalui perantara (medium atau media) contohnya; media cetak (brosur, majalah,
surat kabar, dsb), media elektronik (radio, televisi, dsb), media pertunjukan
atau sandiwara, pameran dll. Metode tidak langsung dapat menolong banyak sekali
apabila metode langsung tidak memungkinkan digunakan terutama dalam upaya menarik
perhatian dan menggugah hati sasaran. Siaran lewat radio dan televisi dapat
menarik perhatian bila ditangani secara tepat. Pameran yang baik
diselenggarakan akan memberikan kesan yang lama dan meyakinkan. demikian pula
halnya dengan pertunjukan film dan slide, yang sekaligus dapat memberikan
hiburan dan pengetahuan umum kepada masyarakat di pedesaan.
B.
Berdasarkan Sasaran Yang Ingin Dicapai
Pendekat Perorangan ; digunakan untuk
berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan masing-masing orangnya. Hasil
survey membuktikan bahwa metode perorangan ini memberi pengaruh 17%-18%
terhadap semua metode. Contohnya kunjungan ke rumah, ke sawah, ke kantor,
pengiriman surat atau melalui telepon. Dalam banyak hal hubungan perseorangan
diperlukan agar petani menerapkan rekomendasi yang dianjurkan
Pendekatan kelompok; digunakan untuk
menyampaikan pesan kepada kelompok. Metode ini sesuai dengan keadaan dan norma
sosial dari masyarakat pedesaan Indonesia seperti hidup berkelompok,
bergotong-royong dan berjiwa musyawarah. Metode ini dapat meningkatkan tahapan
minat dan perhatian ke tahapan evaluasi dan mencoba menerapkan rekomendasi yang
dianjurkan. Hasil survey membuktikan bahwa metode kelompok ini memberikan
pengaruh 25% terhadap semua metode. Contoh metode ini adalah pertemuan,
demonstrasi, karyawisata, pameran, perlombaan, diskusi kelompok, kursus dll
Pendekatan massal digunakan untuk
menyampaikan pesan langsung atau tidak langsung kepada banyak orang sekaligus
pada waktu hampir bersamaan. Metode ini digunakan untuk menarik minat dan
perhatian masyarakat akan suatu rekomendasi usaha tani. Hasil survey
membuktikan bahwa metode massal ini memberikan pengaruh 37% terhadap semua
metode. contohnya pidato dalam pertemuan besar, siaran pedesaan, lewat radio
atau tv, pertunjukan wayang, sandiwara atau dagelan, penyebaran bahan cetakan,
penempelan poster, pembentangan spanduk, dll. Adapun sebanyak 19% disebabkan
pengaruh tidak langsung seperti informasi antar tetangga, percakapan/obrolan,
kunjungan dan memperhatikan sesuatu di pinggir jalan. Sebagai kesimpulan dapat
dikemukan bahwa untuk melakukan kegiatan penyuluhan pertanian yang baik perlu
digunakan berbagai macam metode.
C. Berdasarkan Indera Penerima
Penglihatan/Visual (pesan diterima melalui
penglihatan) contoh ;
Publikasi barang cetakan, gambar, poster
Pertunjukanfilm bisu dan slide tanpa
penjelasan lisan
Pameran tanpa penjelasan lisan, surat
menyurat,
2. Pendengaran/Audio (pesan
diterima melalui indera pendengaran) contoh;
Siaran radio, tape recorder, Hubungan
telephonePidato, ceramah
3. Kombinasi/Audio-visual (pesan
dapat diterima melalui indera penglihatan
Pertunjukan film bersuara Siaran
televisi, wayang, sandiwara Demonstrasi,
kursus (di kelas & praktek) Pameran
Karyawisata
Anita Gamadi dlm bukunya "Penyuluhan
kepada Rakyat Tani" menyatakan bahwa penangkapan pesan dari mendengarkan
saja (10%) hasil penangkapan dari
melihat (50%) sedangkan hasil penangkapan dari mengerjakan sendiri (90%). Mardikanto
(1993) menggolongkan metode penyuluhan pertanian berdasarkan pendekatan proses
komunikasi sebagai berikut ;
1. Berdasarkan media yang digunakan
Media lisan, melalui komunikasi
langsung seperti tatap muka dan ceramah
Media cetak seperti folder, brosur dan
majalah
Media terproyeksi seperti melalui
siaran tv dan pertunjukan film
2. Berdasarkan sifat hubungan penyuluh
pertanian dan sasaran
Komunikasi langsung seperti tatap muka
dan anjangsana
Komunikasi tidak langsung seperti
melalui surat dan penggunaan media
3. Berdasarkan psiko sosial sasaran
Pendekatan perorangan seperti
kunjungan/anjangsana
Pendekatan kelompok seperti kursus
tani dan pertemuan kelompok
Pendekatan massal seperti pemutaran
film dan pameran
STRATEGI PEMILIHAN METODE PENYULUHAN
PERTANIAN
Agar pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dapat berjalan secara
optimal, diperlukan strategi yang dapat mendukung ke arah pemilihan metode
penyuluhan yang tepat. Topik ini akan membahas mengenai:
Faktor-faktor yang dipertimbangkan
dalam memilih metode penyuluhan pertanian.
Kiat-kiat dalam memberikan penyuluhan
pertanian
Faktor-faktor yang Dipertimbangkan
dalam Memilih Metode Penyuluhan Pertanian
Keberhasilan penggunaan metode penyuluhan pertanian salah satunya ditentukan oleh tepatnya
penyuluh dalam mempertimbangkan berbagai faktor yang berhubungan dengan
pemilihan metode penyuluhan itu sendiri.
Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut antara lain
adalah:
1.
Karakteristik sasaran
2.
Karakteristik penyuluh
3.
Karakteristik keadaan daerah
4.
Materi penyuluhan pertanian
5.
Sarana dan biaya
6.
Kebijaksanaan pemerintah
Karakteristik Sasaran
Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode
penyuluhan pertanian adalah hal-hal yang menyangkut:
1.
Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran.
Faktor ini sangat erat kaitannya
dengan tingkat adopsi sasaran. Untuk
melihat tingkat adopsi, penyuluh dapat mengacu pada tahapan adopsi inovasi yang
umum dipakai, yaitu tahapan-tahapan di mana seorang petani sampai pada
pertimbangan dan sikap tertentu sebelum mengadopsi inovasi. Tahapan-tahapan tersebut antara lain:
� Tahap Sadar
(Awareness ) atau tahap mengetahui, di mana seorang petani baru pertama kali
mendengar suatu ide atau inovasi baru.
� Tahap Minat
(Interest ), yaitu tahap mencari informasi lebih lanjut dari ide yang telah
diketahuinya.
� Tahap Evaluasi
(Evaluation ), yaitu tahap penilaian, mempertimbangkan manfaat dan kekurangan
penggunaan inovasi.
� Tahap Mencoba
(Try ), yaitu tahap di mana petani mulai mau menerapkan inovasi dalam skala
kecil.
� Tahap Mengadopsi
(Adoption ), petani benar-benar menerapkan inovasi dalam skala besar pada
usahataninya
2.
Keadaan sosial dan budaya sasaran.
Hal-hal yang menyangkut keadaan sosial
budaya sasaran antara lain:
�
Nilai-nilai/prinsip hidup yang dianut oleh individu sasaran
� Nilai sosial
yang berlaku pada masyarakat sasaran
� Norma-norma
sosial atau pola tingkah laku yang dianut sasaran, yang berupa: tata cara,
kebiasaan, tata kelakuan, adat, atau hukum.
� Pola pelapisan
sosial, seperti: lapisan atas, lapisan menengah, lapisan bawah, juragan,
pandega, kuli kenceng, kuli kendo, dan lain-lain.
� Status sosial
atau kedudukan sosial yang berlaku di masyarakat
� Struktur
kekuasaan dan pengaruh, seperti: kepemimpinan sosial, alokasi solidaritas, struktur
keluarga dan lain-lain.
Karakteristik Penyuluh
Dalam kondisi pertanian dewasa ini, agen penyuluhan pertanian harus
memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi
petani. Sebaiknya penyuluh memiliki
kemampuan untuk:
-
Memperkenalkan pertanian yang menuntut keterampilan-keterampilan baru
bagi petani.
-
Mempengaruhi perilaku petani agar mau mencoba meningkatkan kemampuan
dirinya.
-
Menggunakan metode penyuluhan yang mendukung ke arah peningkatan
motivasi petani.
- Mengidentifikasi kendala yang akan
timbul dari penerapan suatu metode
penyuluhan pertanian.
- Merencanakan, mengatur,
melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan proses belajar petani dan anggota
keluarganya.
Karakteristik Keadaan Daerah
Karakteristik keadaan daerah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan
metode penyuluhan adalah:
� Keadaan musim
Faktor musim yang sedang berjalan di
daerah tertentu dapat berpengaruh terhadap pemilihan metode penyuluhan
pertanian. Contohnya, pada musim hujan
yang biasanya turun deras menjelang sore hari, kunjungan ke lapangan usahatani
sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum hujan turun. Atau apabila ingin melakukan demonstrasi cara
tentang penanaman jagung maka sebaiknya tidak dilakukan pada saat musim hujan.
� Keadaan usahatani
Yang dimaksud keadaan usahatani adalah
tahap-tahap perkembangan usahatani mulai dari penanaman sampai waktu
panen. Sebagai contoh, metode diskusi
kelompok dalam satu hamparan usahatani cocok diterapkan pada saat memilih jenis
pupuk yang baik untuk tanaman tertentu.
� Keadaan lapangan
Keadaan lapangan antara lain dapat
dilihat dari topografi tanah, letak lahan usahatani atau rumah petani (apakah
berjauhan, tersebar atau berkumpul), keadaan jalan dan waktu yang ditempuh
untuk mencapai lokasi rumah/usahatani, dan lain-lain.
Materi Penyuluhan Pertanian
Materi penyuluhan termasuk faktor yang menentukan dalam keberhasilan
penyuluhan. Dalam pemilihan metode
penyuluhan, materi penyuluhan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan. Jika materi penyuluhan ditekankan pada
dinamika dan partisipasi kelompok, maka metode yang digunakan sebaiknya metode
partisipatif, artinya metode yang dapat membangkitkan partisipasi anggota. Akan tetapi jika materi ditekankan pada
hal-hal yang menyangkut pengetahuan atau
inovasi baru, maka metode pengenalan
seperti ceramah, penyebaran informasi melalui media atau obrolan santai bisa
dipergunakan.
Secara umum, materi penyuluhan harus memilik sifat-sifat berikut:
� Berhubungan
dnegan kebutuhan belajar sasaran
� Dapat digunakan
sesuai keadaan nyata
� Menguntungkan
sasaran
� Mudah dipahami
dan praktis untuk diterapkan
� Sederhana, tidak
berbelit-belit
� Cocok dengan
inovasi terdahulu
Sarana dan Biaya
Faktor ini biasanya termasuk salah satu faktor yang dipertimbangkan di
awal perencanaan penyuluhan. Dalam
memilih metode, diupayakan agar sarana/biaya yang minim bisa dimanfaatkan untuk
melangsungkan suatu metode penyuluhan yang
efektif.
Sebagai contoh, di daerah yang sulit dijangkau masyarakat luar daerah,
sebaiknya tidak perlu diadakan pameran pertanian, karena kemungkinan
pengunjungnya kurang banyak. Contoh lain
adalah memilih metode kursus tani yang relatif lebih mudah dan murah
dibandingkan metode demonstrasi, serta lebih banyak melibatkan peserta/sasaran
dalam waktu yang relatif singkat daripada metode kunjungan.
Kebijakan Pemerintah
Biasanya kebijakan pemerintah tentang
materi penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat petani secara
umum. Berbagai hasil penelitian atau
penemuan baru sering dijadikan pemerintah sebagai ''program unggulan'' dalam
penyuluhan pertanian. Untuk itu proses
penyebarannya harus didukung dengan penggunaan metode yang tepat, yang dapat
menyebarkan program pemerintah dengan cepat dan menjangkau sasaran di hampir
setiap daerah.
Kiat-kiat dalam Memberikan Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan dapat diartikan sebagai
keterlibatan seseorang untuk melakukan
komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan
pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar (Ban & Hawkins,
1999). Dengan tujuan tersebut maka
proses penyuluhan memerlukan trik atau siasat tersendiri sehingga bentuk penyuluhan
tidak terkesan seperti menggurui petani.
Beberapa trik atau siasat yang dapat dipakai untuk merencanakan program
pendidikan bagi petani antara lain:
1.
Melihat karakteristik sasaran penyuluhan
2.
Membantu sasaran mengidentifikasi permasalahan
3.
Membangkitkan motivasi sasaran untuk mengubah prilaku
4.
Mempertimbangkan materi penyuluhan berdasarkan ''localy specific''
5.
Memilih bahasa yang baik
Melihat Karakteristik Sasaran
Penyuluhan
Karakteristik sasaran yang perlu
dipertimbangkan dalam melakukan penyuluhan yaitu:
-
tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran
- keadaan sosial budaya sasaran
Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap
sasaran berkaitan erat dengan tingkat pengalamannya. Memberikan penyuluhan kepada petani yang
berpengalaman tentu akan berbeda dengan kepada petani yang minim
pengalaman. Untuk menyiasatinya, petani
yang memiliki pengalaman lebih bisa diminta bantuannya untuk memaparkan
pengalamannya itu kepada petani lain.
Contoh: Dalam forum tidak formal
misalnya suatu obrolan di warung kopi yang dikunjungi oleh sekelompok petani,
penyuluh bisa memancing beberapa pertanyaan kepada mereka seputar penggunaan
urea tablet di lahan sawah mereka.
Petani yang menggunakan urea tablet akan saling menceritakan pengalaman
serta keberhasilannya, dan mungkin
terdengar bahkan direspon oleh mereka yang belum menggunakan urea tablet. Dalam forum ini terlihat penyuluh tidak
secara langsung menyarankan petani agar mereka mau menggunakan urea tablet,
tetapi biasanya mengarahkan obrolan mereka, sehingga mereka tidak merasa
digurui oleh penyuluh.
Keadaan sosial budaya antara lain bisa
dilihat dari tatacara, kebiasaan dan adat istiadat sasaran. Misalnya di daerah yang nilai-nilai agama
Islamnya masih cukup kuat, sebaiknya penyuluh tidak menjadwalkan waktu
pemutaran film penyuluhan pada hari Jumat karena hal itu masih dianggap tabu
oleh masyarakat.
Membantu Sasaran Mengidentifikasi
Permasalahannya
Sebagian besar petani kurang mempunyai
pengetahuan serta wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan
mereka, memikirkan pemecahannya, apalagi memilih pemecahan masalah yang
tepat. Penyuluh dapat membantu petani
dengan menghilangkan hambatan kurangnya
pengalaman dan pendidikan, yaitu dengan cara menyediakan informasi dan
memberikan pandangan kepada mereka mengenai masalah yang dihadapi. Contohnya, pada musim tanam yang lalu, dalam
satu hamparan sawah terjadi kegagalan panen padi. Petani frustasi karena tidak mengerti mengapa
panen bisa gagal, padahal cara penanaman dilakukan sesuai saran/anjuran
penyuluh. Penyuluh membantu petani
menelusuri sebab kegagalan panen, ternyata terdeteksi hama baru yang belum
pernah dikenali petani. Di sini,
penyuluh tidak langsung bertindak untuk mengintruksikan pemberantasan hama,
akan tetapi terlebih dahulu menjelaskan
atau memberi informasi yang bersifat teknis mengenai hama tersebut dan menunjukkan
cara penanggulangannya.
Membangkitkan Motivasi Sasaran untuk
Mengubah Perilakunya
Kadang-kadang petani kurang memiliki
motivasi untuk mengubah perilakunya karena ada faktor lain yang menjadi
hambatan. Misalnya, petani enggan
menggunakan saluran irigasi untuk mengairi sawahnya dan hanya mengandalkan
hujan yang diharapkan akan selalu turun setiap hari. Alasannya adalah bahwa lokasi sawah yang agak
jauh dengan saluran irigasi, serta menyalahkan petani lain yang tidak mau
menyalurkan air ke sawahnya. Penyuluh
bisa memotivasi petani dengan mengemukakan bahwa dengan menggunakan air irigasi
maka sistem pengairan akan mudah diatur sehingga tanaman padi dapat tercukupi
kebutuhan airnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas
padi yang ditanam. Sementara itu
dikatakan pula bahwa tenaga yang dibutuhkan untuk menggali saluran air akan
lebih ringan apabila hal tersebut dilakukan bersama-sama dengan petani lain
yang berada dalam satu hamparan. Ada
baiknya penyuluh ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembuatan saluran
air dari irigasi.
Mempertimbangkan Materi Penyuluhan Berdasarkan
''Localy specific''
Kebutuhan materi penyuluhan biasanya
berbeda dari satu tempat ke tempat lain.
Berdasarkan hal ini penyuluh tidak hanya bisa memperkenalkan inovasi
pertanian yang dikembangkan oleh pemerintah, tetapi juga harus memperhatikan
potensi yang terdapat di daerah setempat.
Sebagai contoh, di wilayah Papua akan lebih efektif jika dilakukan
penyuluhan mengenai pengembangan produktivitas sagu dan ubi mengingat komoditas
tersebut adalah bahan pangan utama di daerah itu. Contoh lain misalnya di daerah Garut,
pemberdayaan pupuk buatan dari kotoran kambing bisa dijadikan materi unggulan
dalam program penyuluhan karena di daerah tersebut hampir sebagian besar penduduknya
memelihara kambing.
Memilih Bahasa yang Baik
Adakalanya pesan yang ingin disampaikan terasa
sensitif dan mungkin akan menimbulkan keresahan
petani. Penyuluh harus mampu mengurangi
kekhawatiran petani tersebut dengan cara mengungkapkan pesan dengan bahasa yang
baik. Contohnya penyuluh akan
memberitahu petani tentang bahaya erosi akibat dibiarkannya lahan lama yang
tidak ditanami lagi dengan sekaligus memberitahukan cara-cara penanggulangan
bahaya tersebut sebelum timbul kerusakan yang parah. Contoh lain misalnya petani harus tahu
mengenai bahan kimia tertentu yang akan sangat berbahaya bagi kesehatan, akan
tetapi supaya petani tidak merasa khawatir untuk mempergunakannya, penyuluh
juga menyampaikan komposisi yang benar dalam pemakaian bahan kimia.
Pada akhir tahun 1998
terjadi wabah belalang besar-besaran yang menyerang tanaman padi di Provinsi
Lampung, yang tentu saja sangat meresahkan petani di daerah tetangganya. Penyuluh mengantisipasi dengan menyarankan
pemakaian pestisida ringan disamping menyampaikan upaya pemerintah
menanggulangi hal tersebut yaitu dengan menampung hasil penangkapan belalang
dari masyarakat untuk dijadikan pakan ternak, sehingga mengurangi kekhawatiran
petani akan penyebaran
belalang ke wilayahnya.