Rabu, 11 September 2013

Metode dan Teknik Penyuluhan Pertanian

Penguasaan kualitas keterampilan disertai pembinaan semangat kerja, disiplin dan tanggung jawab. Rendahnya produktivitas disebabkan antara lain karena tingkat pendidikannya rendah, sehingga untuk meningkatkan kualitasnya diperlukan pendidikan yang cocok bagi para petani bukan melalui jalur pendidikan formal di sekolah, tetapi melalui jalur pendidikan non formal yang bersifat kemitraan, pemecahan masalah dikelompok, keputusan bersama dengan anggota kelompok, belajar lewat pengalaman, melakukan, mengalami, dan menemukan sendiri, teori dan praktek di lapangan,
Berbagai metode penyuluhan pertanian yang telah dikembangkan oleh Institusi penyuluhan pertanian di Indonesia sejak ”tempo doeloe” sampai sekarang merupakan khazanah pengetahuan yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Untuk itu perlu dibahas berbagai metode penyuluhan pertanian yang pernah diterapkan di Indonesia hingga kini sebagai bahan acuan bagi para penyuluh pertanian, pengelola penyuluhan pertanian dan para peneliti serta pihak terkait yang menaruh minat pada perkembangan dan pengembangan penyuluhan pertanian. Metode penyuluhan pertanian yang banyak digunakan dalam penyuluhan pertanian di masa lalu, lebih banyak memperankan penyuluhnya dibanding dengan para petani beserta keluarganya. Maka sejalan dengan Era Otonomi Daerah, maka metode penyuluhan pertanian yang digunakan hendaknya lebih banyak memperankan petani beserta keluarganya sedang para penyuluh pertanian secara berangsur menjadi fasilitator atau hanya sebagai narasumber.
 Metode demonstrasi,dan Sekolah Lapangan sering kali dipandang sebagai metode yang paling efektif , karena metode seperti ini sesuai dengan kata pepatah “ seeing is believing” yang dapat diartikan sebagai “dengan melihat, kita menjadi percaya” atau percaya karena melihat. Artinya didalam kegiatan penyuluhan, kepada sasaran penyuluhan perlu ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, yang dapat dengan mata kepala mereka sendiri , agar mereka mempercayai segala sesuatu yang disuluhkan. Bila mereka sudah percaya mereka lebih cepat terdorong untuk mencoba dan menerapkannya.
Oleh sebab itu, metode demonstrasi dan sekolah lapangan hampir selalu diterapkan oleh setiap penyuluh, meskipun sebenarnya metode ini lebih tepat diterapkan setidak – tidaknya pada tahapan “minat” dan “menilai”, karena memerlukan biaya yang relative mahal.
Metode Penyuluhan Pertanian dapat diartikan sebagai cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan oleh para penyuluh kepada para petani beserta keluarganya baik secara langsung maupun tidak langsung, agar mereka tahu, mau dan mampu menerapkan inovasi (teknologi baru).
Penggolongan Metode Penyuluhan
Metode penyuluhan pertanian dapat digolongkan menjadi:
Berdasarkan Teknik Komunikasi
a. Metode Penyuluhan Pertanian Langsung
b. Metode Penyuluhan Pertanian Tidak Langsung
Berdasarkan Jumlah Sasaran yang Dicapai
c. Metode Penyuluhan Pertanian dengan pendekatan perorangan
d. Metode Penyuluhan Pertanian dengan pendekatan kelompok
e. Metode Penyuluhan Pertanian dengan pendekatan massal
Berdasarkan Indra Penerima dari Sasaran
f. Metode Penyuluhan Pertanian yang diterima oleh indra penglihatan
g. Metode Penyuluhan Pertanian yang diterima oleh indra pendengaran
h. Metode Penyuluhan Pertanian yang diterima oleh beberapa indra
Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Penggunaan panca indera tidak terlepas dari suatu proses belajar mengajar seseorang karena panca indera tersebut selalu terlibat di dalamnya. Hal ini dinyatakan oleh Socony Vacum Oil Co. Yang di dalam penelitiannya memperoleh hasil sebagai berikut : 1% melalui indera pengecap, 1,5% melalui indera peraba, 3% melalui indera pencium, 11% melalui indera pendengar dan 83% melalui indera penglihat.
Dalam mempelajari sesuatu, seseorang akan mengalami suatu proses untuk mengambil suatu keputusan yang berlangsung secara bertahap melalui serangkaian pengalaman mental fisikologis sebagai berikut :
Tahap sadar yaitu sasaran mulai sadar tentang adanya inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh
Tahap minta yaitu tumbuhnya minat yang seringkali ditandai oleh keinginan untuk bertanya atau untuk mengetahui lebih banyak tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan inovasi yang ditawarkan oleh penyuluh.
Tahap menilai yaitu penilaian terhadap baik/buruk atau manfaat inovasi yang telah diketahui informasinya secara lebih lengkap.
Tahap mencoba yaitu tahap dimana sasaran mulai mencoba dalam skala kecil untuk lebih meyakinkan penilaiannya, sebelum menerapkan untuk skala yang lebih luas.
Tahap menerapkan yaitu sasaran dengan penuh keyakinan berdasarkan penilaian dan uji coba yang telah dilakukan/diamati sendiri.

Dasar-Dasar Pertimbangan Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian

Dasar-dasar pertimbangan dalam pemilihan metode penyuluhan pertanian adalah:
Sasaran
- Tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap sasaran
- Sosial budaya
- Jumlah sasaran
Sumberdaya Penyuluh
- Kemampuan Penyuluh
- Materi penyuluhan
- Sarana dan biaya penyuluhan
Keadaan daerah
- Musim
- Keadaan Usahatani
- Keadaan lapangan
- Kebijakan pemerintah

METODE PENYULUHAN PARTISIPATIF
Penyuluhan Pertanian Partisipatif :
 Pendidikan luar sekolah (non formal)  bagi petani, nelayan beserta keluarganya serta anggota masyarakat pertanian lainnya melalui upaya pemberdayaan dan pengembangan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayahnya.

 Prinsip-prinsip
Menolong diri sendiri
 Partisipasi
Kemitrasejahteraan
Demokrasi
Keterbukaan
Desentralisasi
Akuntabilitas
Menemukan Sendiri
Kerja sama & koordinasi
Metode Penyuluhan Pertanian
 Cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui saluran / media komunikasi oleh penyuluh pertanian kepada  petani beserta keluarganya agar mereka bisa dan membiasakan diri menggunakan teknologi baru, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Tujuan
 Membantu dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani beserta keluarganya agar materi tersebut bisa diterima secara efektif oleh petani dan bisa menimbulkan perubahan-perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan.

 Prinsip-prinsip Metode Penyuluhan
Pengembangan untuk berfikir kreatif
Lokasi kegiatan petani
Keterikatan dengan lingkungan sosial
Keakraban hubungan dengan petani
Terciptanya perubahan

 Penggolongan Metode Penyuluhan
 A. Berdasarkan Teknik Komunikasi
Metode penyuluhan pertanian langsung (direct communications)
Metode penyuluhan pertanian tidak langsung (indirect communication)
 B. Berdasarkan Sasaran Yang Ingin Dicapai
Pendekatan perorangan
Pendekatan Kelompok
Pendekatan Massal
 C. Berdasarkan Indera Penerima
Penglihatan/visual (pesan diterima melalui penglihatan)
Pendengaran / Audio (pesan diterima melalui indera pendengaran)
Kombinasi / Audio-visual (pesan dapat diterima melalui indera penglihatan & pendengaran sekaligus)
 Jenis-jenis Metode Penyuluhan Pertanian

 a. Kunjungan                                                          l. Putar film
 b. Demonstrasi                                                      m. Media cetak
 c. Kursus Tani                                                        n. Rembug utama
 d. Temu karya                                                        o. Mimbar
 e. Temu Usaha                                                       p. Siaran Pedesaan
 f. Widyawisata                                                       q. Surat menyurat
 g. Perlombaan                                                         r. Temu akrab                    
 h. Magang                                                              s. Temu Lapang
 i. Pameran                                                               t. Temu tugas
 j. Kampaye                                                            u. Temu usaha
 k. Kaji Terap                                                          v. Temu wicara
                                                                              w. Pemberian penghargaan
 KUNJUNGAN (RUMAH DAN USAHA TANI)
 Pengertian
 Suatu hubungan langsung antara penyuluh dengan petani dan keluarganya secara terencana di rumah atau di lahan usaha taninya untuk tujuan tertentu. Bisa juga disebut anjangsana atau anjangkarya
 Tujuan
Berkenalan dan untuk mendapatkan kepercayaan petani dan keluarganya
Bertukar pikiran
Mengajar ketrampilan
Mencari atau memberi informasi secara langsung
Menemukan masalah-masalah yang tidak disadari oleh sasaran
 Manfaat
Memperat hubungan antara penyuluh dengan sasaran
Dapat memecahkan masalah yang dihadapi sasaran secara individual
Dapat menjelaskan secara langsung dan terinci suatu rekomendasi
Dapat memantau sampai sejauh mana suatu rekomendasi telah diterapkan oleh sasaran
Dapat merencanakan kegiatan penyuluhan dari hati ke hati
Menumbuhkan kepercayaan kepada penyuluh bila anjurannya diterima
Mendorong petani untuk berusaha tani lebih baik karena adanya pelayanan untuk kepentingan mereka sendiri
Mempercepat proses adopsi
Penyebaran informasi ke petani lain akan lebih cepat
 Hambatan
Memerlukan waktu dan tenaga yang lebih banyak jika dibandingkan dengan metode lain
Jumlah petani yang dapat dikunjungi terbatas
Kunjungan yang sering dilakukan kepada seorang petani akan menimbulkan prasangka pada petani-petani lainnya
 Hal yang harus diperhatikan
 Persiapan yang matang merupakan kunci keberhasilan suatu kunjungan
 sebelum berkunjung :
Tentukan tujuan yang ingin dicapai san kegiatan apa yang akan dilakukan selama kunjungan
Perlu mengetahui keadaan petani, keluarga tani dan usahanya
Perlu mengetahui spesifik informasi tentang masalah yang dihadapi petani yang akan dikunjungi
Rencanakan lamanya waktu kunjungan
 Selama berkunjung
Ikuti adat istiadat atau kebiasaan setempat dalam hubungan dengan tata cara bertamu
Bicaralah hal-hal yang menarik perhatian
Biarkan petani berbicara sebanyak-banyaknya dan jangan memotong pembicaraan
Bicara bila petani itu bertanya
Harus sungguh-sungguh dalam membuat pernyataan sehingga tidak menimbulkan keraguan pada petani
Hindarkanlah terjadinya perdebatan yang berkepanjangan
Biarkan petani merasa sebagai pemrakarsa gagasan-gagasan yang baik
Catat hal-hal yang tidak dapat terpecahkan selama berdikusi dengan petani
Bersikaplan jujur dalam mengajar maupun dalam belajar.
 Bila memungkinkan bawalah bahan-bahan bacaan  untuk diberikan kepada petani, Ada baiknya merencanakan kunjungan ke beberapa petani untuk menghemat waktu dan pada akhir kunjungan, undanglah petani untuk datang ke Balai Penyuluhan Pertanian
 DEMONSTRASI
 Pengertiang
Demonstrasi merupakan suatu metode untuk memperlihatkan secara nyata tentang cara atau hasil penerapan teknologi pertanian yang telah terbukti mnguntungkan bagi petani dan keluarganya
 Teknologi yang didemonstrasikan sudah teruji baik dari mudahnya diterapkan secara ekonomi menguntungkan dan sosial budaya dapat diterima
 Tujuan
Menyakinkan sasaran akan suatu cara yang lebih baik dan menguntungkan
Menunjukan hasil sesuatu cara baru
Memperlihatkan keuntungan dari suatu anjuran
Terbukanya kesempatan bagi sasaran untuk berperan aktif dalam kegiatan pembangunan pertanian
Terbukanya kesempatan bagi sasaran untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara lebih nyata.
 Manfaat
Efektif untuk mengajarkan ketrampilan
 Menumbuhkan kepercayaan
Merangsang kegiatan
Dapat memberikan keterangan dengan fakta-fakta yang nyata
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
 Hambatan
Tidak dapat dipakai untuk semua kegiatan
 Memerlukan banyak persiapan, peralatan dan ketrampilan
Hasilnya dapat rusak karena faktor lain.
Bila gagal merugikan kegiatan atau program selanjutnya
 KAJI TERAP
 Pengertian
 Metode penyuluhan pertanian untuk meningkatkan kemampuan petani dalam memilih paket teknologi usaha tani yang telah rekomendasi sebelum di demonstrasikan dan atau dianjurkan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh petani maju di lahan usahataninya dengan bimbingan penyuluh pertanian.

 Tujuan
Meyakinkan paket teknologi usaha tani yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta kondisi usaha tani dan sosial ekonomi petani di wilayah tertentu
Mempercepat penyebaran informasi teknologi pertanian yang telah direkomendasikan secara umum.
 Manfaat
Merangsang petani maju dan petani lain untuk menerapkan paket teknologi,
Keberhasilan anjuran cukup besar
 Kelemahan
Kurang dapat menyerap peserta
Membutuhkan biaya yang cukup besar
 Pelaksanaan
Persyaratan ; Materi kaji terap, metode pengkajian dan penerapan, lokasi, pelaksanaan kaji terap
Tatalaksana ; Persiapan (perencanaan), Pelaksanaan (musyawarah, penetapan jadwal, penyediaan sarana, teknik budidaya, pencatatan/pelaporan, pengolahan hasil).
Pembinaan ; Tingkat pusat (penyusunan pedoman, pembinaan & pengendalian, supervisi), Tingkat pronvinsi (juklak, juknis, pembinaan opersional penyelenggara, supervisi), Tingkat kabupaten (bimbingan penyelenggara kaji terap, bimbingan teknis, bimbingan organisasi & adminitrasi)
Pemantauan & Evaluasi
 KURSUS TANI
 Pengertian
 Proses belajar mengajar yang diperuntukan bagi petani dan keluarganya termasuk juga wanita tani dan taruna tani yang diselenggarakan secara sistimatis, teratur dan dalam jangka waktu tertentu

 Tujuan
Meningkatkan pengetahuan dan kecakapan agar dapat memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam berusaha tani
Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan ibu tani dalam membantu memecahkan masalah-masalah usaha tani yang dihadapi keluarganya dan bidang kerumahtanggaan yang berkaitan erat dengan pertanian
Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan dalam menerapkan teknologi yang lebih menguntungkan
Mempersiapkan pemuda-pemudi tani sebagai petani yang dinamis 
Menumbuhkan calon-calon kontak tani dan kontak wanita tani yang bersedia dan mampu menyebarkan teknologi yang lebih menguntungkan.
Menggugah dan mengembangkan kesadaran swadaya keluarga tani
 Manfaat
 Kursus tani yang diselenggarakan dengan baik, akan memberikan manfaat antara lain :
Menghasilkan petani yang cukup berpengetahuan, cakap dan terampil dalam mengelola usahataninya
Menghasilkan ibu-ibu tani yang dapat membantu mengelola usaha tani dan menciptakan keluarga sejahtera
Menghasilkan pemuda-pemudi tani yang siap menggantikan orang tua mereka sebagai petani yang lebih maju.
Mempercepat proses adopsi teknologi baru
Menciptakan keakraban penyuluh, petugas pertanian lainnya dengan petani
Mendorong terbentuknya kelompok tani
Menghasilkan kontak tani dan kelompok wanita tani
 Penyelenggaraan kursus tani
 Penyelenggaraan kursus tani meliputi 3 tahapan yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tahap evaluasi serta bimbingan lanjutan
 1. Perencanaan
     a. Menetapkan kebutuhan belajar ; dilakukan dengan cara
Wawancara dengan calon peserta kursus
Pengamatan di lapangan
Pengumpulan informasi dari pejabat dan tokoh masyarakat setempat
Pertemuan atau musyawarah khusus dengan calon peserta kursus
     b. Merumuskan tujuan belajar
Sasaran didik
 Perilaku yang diubah
Materi yang diajarkan
Lingkungan
      c. Menetapkan materi pelajaran
Berkaitan erat dengan masalah yang dihadapi sesuai dengan kebutuhan belajar yang telah ditetapkan
Praktis dan langsung dapat memecahkan masalah sehingga akan menimbulkan motivasi yang kuat
Sederhana sehingga mudah dipahami
Spesifik dan ruang lingkupnya terbatas
Sesuai dengan keadaan teknis usaha tani dan sosial ekonomi peserta kursus
Jumlah materi yang diajarkan terbatas sesuai dengan kemampuan peserta, tenaga pengajar, biaya dan waktu yang tersedia
     d. Menyusun rencana pengajaran
Kursus belajar lebih terarah sesuai dengan tujuan pengajaran
Pengajar mengetahui pokok-pokok materi yang akan diajarkan
Peserta dapat mengetahui materi yang akan diajarkan. Dalam menyusun rencana pengajaran sebaiknya perimbangan antara jam pelajaran teori dan praktek adalah 75% dan 25% atau 60% dan 40%
      e. Pemilihan metode pengajaran
 Metode pengajaran yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan antara lain ; ceramah, tanya jawah, kuliah, pemberian tugas, dan widyawisata. Metode pengajaran yang digunakan untuk melatih ketrampilan dapat menggunakan metode demonstrasi, praktek, dan kerja kelompok.

       f. Penetapan pengajar
 Pengajar dapat berasal dari petugas lingkup pertanian atau petugas lainnya sesuai dengan materi yang telah ditentukan . Pengajar hendaknya menguasai materi yang diajarkan memahami masalah pertanian dan dapat mengajar.
       g.  Penetapan peserta
 Syarat utama peserta kursus tani adalah benar-benar petani, bersedia mengikuti kursus sampai  selesai dan belum pernah mengikuti yang sama. Dalam penetapan peserta, prioritas dapat diberikan kepada petani yang berpotensi menyebarluaskan pngetahuan dan ketrampilannya kepada petani lain dari yang tingkat kebutuhan belajar tinggi
 Jumlah peserta yang ideal paling banyak 30 orang untuk setiap kursus. Untuk kelancaran. proses belajar hendaknya peserta homogen dalam hal ini tingkat pendidikan, jenis dan tingkat kebutuhan belajar serta usaha pokok yang dikelolanya, jika ada perbedaan hendaknya tidak mencolok.
       h. Pemilihan tempat, dan jadwal kursus
 Tempat penyelenggaran kursus harus memenuhi beberapa syarat antara lain ;
 Tersedia ruang belajar yang memadai
Mudah didatangi
Berdekatan dengan tempat praktek
 Jadwal kursus hendaknya tidak banyak mengganggu kegiatan pokok pengajar/petugas. Karena itu sebaiknya kursus dilaksanakan pada sore atau malam hari. Lamanya kursus tergantung dari jam pelajaran dan frekuensi pengajaran
       i. Perumusan rencana evaluasi
 Evaluasi belajar dilaksanakan untuk mengukur tingkat keberhasilan tujuan pengajaran. Rencana evaluasi disusun sebelum kursus dilaksanakan. Berdasarkan pelaksanaannya evaluasi terdiri dari evaluasi awal, antara dan evaluasi akhir. Evaluasi ini hanya dilakukan untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan peserta sebelum dan sesudah kursus.
 Bila rencana telah tersusun, ada baiknya dikonsultasikan dengan pejabat pemerintah setempat yang terlibat dalam kegiatan kursus untuk mendapatkan saran, perbaikan, dukungan dan izin penyelenggaraan.
 2. Pelaksanaan kursus
      a. Persiapan
 Undanglah calon peserta dan pengajar dengan undangan khusus untuk memberitahukan tempat dan waktu kursus, rencana pelajaran dan hal-hal yang harus dipersiapkan peserta dan pengajar.Undangan disampaikan paling lambat seminggu sebelum waktu pelaksanaan berlangsung. siapkan pula tempat penyelenggaraan dan sarana pengajaran yang diperlukan.
      b. Pemberian pelajaran
 Ada 5 prinsip belajar yang harus  mewarnai kegiatan mengajar dari setiap pengajar kursus tani yaitu ;
Belajar dengan mengerjakan
Belajar dengan memecahkan masalah
Partisipasi aktif dari peserta
Belajar dari pengalaman
Penggunaan pendekatan multi media
 Karena itu dalam memberikan pelajaran, beberapa hal yang harus diingat oleh para pengajar adalah :
 Menumbuhkan gairah belajar
Memberikan kesempatan para peserta mengungkapkan pengalaman yang berkaitan dengan materi pelajaran
 Memberikan kesempatan bertanya
Memberikan kesempatan mencoba, bila mengajar ketrampilan
Memberitahukan kesalahan yang dilakukan peserta dan menunjukan cara yang benar
Berusaha membangkitkan minat, perhatian dan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut materi yang diajarkan
Mengaktifkan para peserta
       c. Evaluasi dan bimbingan lanjutan
 Evaluasi dilakukan sesuai dengan rencana yang telah diputuskan bersama. Untuk menilai efektifitas penerapan praktis dari kursus yang telah dilaksanakan dapat dilakukan evaluasi lapangan setelah peserta kembali ke tempat asalnya. Sebagai bukti telah mengikuti kursus dan untuk merangsang peserta bersungguh-sungguh dalam mengikuti kursus, berilah tanda surat tamat kursus tani bagi peserta yang telah mengikuti kursus dengan baik. Surat tersebut juga merupakan kebanggaan peserta.
 Bimbingan lanjutan dilakukan untuk membantu lulusan menerapkan hasil belajar, mengembangkan kepemimpinan agar dapat menyebarkan pengetahuan dan ketrampilan yang mereka miliki serta mendapatkan data tentang manfaat kursus yang telah diselenggarakan. Bimbingan lanjutan juga akan lebih mengakrabkan dan pengajar dengan para lulusan kursus. Bimbingan lanjutan ini dapat dilakukan dengan cara memberikan bahan bacaan, mengadakan kunjungan, mengadakan pertemuan atau menyelenggarakan perlombaan atau lulusan.
 KARYA WISATA
 Pengertian
 Kegiatan perjalanan secara bersama dilakukan oleh sejumlah petani untuk mempraktekan hasil suatu pengajaran atau melakukan suatu pengajaran atau melakukan suatu karya yang bermanfaat di tempat yang dituju

 Tujuan
 Meyakinkan dan memberikan kesempatan kepada petani untuk melihat sendiri hasil penerapan teknologi baru, demonstrasi, suatu ketrampilan, alat baru dan sebagainya serta mempraktekannya dan juga untuk memperoleh pandangan dari hasil pembangunan daerah.

 Manfaat
Memberikan motivasi kepada petani untuk melakukan sesuatu kegiatan.
Memberikan keakraban di antara sesama petani
Memperluas wawasan
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
 Kelemahan
Biaya relatif mahal
Sulit untuk memenuhi keinginan semua peserta
Salah obyek akan menimbulkan kekecewaan
Seringkali menghadapi hambatan sarana dan prasaran
 Teknis Pelaksanaan
Buatlah perencanaan partisipasif karya wisata yang meliputi  penentuan tempat yang akan dikunjungi, demonstrator,  perjalanan, biaya pelaksanaan, susunan peserta, pimpinan serta pejabat, yang dikunjungi.
Selalu mengupayakan kepentingan kelompok
Kesempatan seluasnya kepada peserta
Bantu membuat catatan
Atur jadwal agar tidak terlalu padat.
Kesempatan kepada peserta untuk menguraikan hasil usaha mereka sendiri
 TEMU USAHA
 Pengertian
 Pertemuan antar petani dengan pengusaha di bidang pertanian dengan tujuan untuk tukar menukar informasi, baik mengenai teknologi produksi maupun pemasaran untuk dapat menumbuhkan, meningkatkan, dan memperluas terjadinya transaksi usaha.

 Tujuan
Menumbuhkan rangsangan ke arah usaha tani komesil, kerjasama usaha dan kewiraswastaan
Terbukanya kesempatan menambah pengetahuan di bidang pemasaran teknologi dan di bidang pengolahan hasil.
Mempromosikan dan mempercepat penggunaan barang-barang produksi dalam negeri
 Manfaat
 Menumbuhkan kegiatan usaha tani yang berorientasi kepada pasar sehingga keuntungan yang diperoleh meningkat
 WIDYAWISATA
 Pengertian
 Merupakan perjalanan bersama yang dilakukan oleh kelompok tani untuk belajar dengan melihat suatu penerapan teknologi dalam keadaan sesungguhnya atau melihat suatu akibat tidak diterapkannya teknologi yang dianjurkan di suatu tempat.

 Tujuan
Meyakinkan sasaran dengan menyaksikan sendiri hasil penerapan suatu teknologi, demonstrasi ketrampilan dan alat bantu
Membantu sasaran mengenal masalah, menumbuhkan minat dan memperhatikan serta motivasi untuk melakukan suatu hal.
 Manfaat
Membina keakraban,
Menimbulkan pengertian yang lebih jelas dan memperluas wawasan,
Memotivasi peserta untuk melakukan suatu kegiatan,
Menumbuhkan sikap kepemimpinan
 Hal-hal yang Harus Diperhatikan
Tujuan kegiatan, materi & lokasi widyawisata & kesiapan pihak yang dikunjungi,
Lama kunjungan dan jadwal acara
Jumlah peserta dan pendamping
Organisasi, lengkap dengan pembagian tugas
Sarana dan biaya yang diperlukan
   PERLOMBAAN
 Pengertian
 Merupakan kegiatan yang dapat menumbuhkan persaingan sehat antara petani dalam mengejar suatu prestasi yang diinginkan. Kegiatan ini diperlukan untuk mendorong petani agar mau dan mampu meningkatkan usaha taninya dan kesejahteraannya

 Tujuan
Menarik perhatian terhadap sesuatu hal dalam usaha tani
Meningkatkan prestasi dalam berusaha tani
Menumbuhkan dan meningkatkan peran serta dalam program pembangunan
Menumbuhkan kegiatan kerja sama diantara petani
 Manfaat
 Secara swadaya meningkatkan mental, perhatian ataupun ketrampilan tentang sesuatu kegiatan yang dilombakan

 Kelemahan
 Apabila perencanaan kurang baik akan sangat mempengaruhi tercapainya tujuan


 MAGANG
 Pengertian
 Untuk lebih meningkatkan partisipasi petani dalam penyelenggaraan kegiatan penyuluhan, maka dikembangkan suatu metode belajar mengajar antara sesama petani/nelayan secara magang.

 Tujuan
 Meningkatkan ketrampilan dan kecakapan serta kecintaan petani terhadap pekerjaannya
Menumbuhkan kreativitas, sikap kritis, rasa percaya diri, dan jiwa kewiraswataan
Menumbuhkan minat dan keyakinan pemagang terhadap usaha tani sebagai sumber pencaharian
Menumbuhkan dan mengembangkan hubungan sosial dan interaktif positif antara sesama petani
Meningkatkan ketrampilan kecakapan dan rasa percaya diri petani pengajar dalam mengajar petani lain
 Manfaat
 1. Lebih berhasil guna karena
Lapangan pekerjaan sama
Hubungan lebih akrab
Komunikasi lebih lancar
Pengaruh hasil belajar lebih meresap
Kesempatan belajar mengajar lebih banyak
 2. Lebih berdaya guna dibandingkan dengan metode lain karena;
Memberi manfaat timbal balik bagi pengajar dan yang belajar
Meminta sedikit tenaga dan waktu penyuluh
Dapat melayani berbagai macam jenis usaha taninya
Dapat mengikut sertakan petani dalam jumlah yang banyak
Praktek bercocok tanam padi
 3. Praktis karena
Belajar secara langsung melalui kegiatan nyata di lapangan
Belajar secara langsung memecahkan masalah nyata yang dihadapi
Sarana belajar telah tersedia
 Persyaratan-persyaratan
 1. Persyaratan magang
Bersedia untuk belajar
Bersedia tinggal bersama keluarga petani, pengajar, bila berasal dari daerah lain dan bekerja di lingkungan usaha tani pengajar.
Bersedia mematuhi kesepakatan magang yang disetujui bersama
Bersedia menyebarluaskan hasil belajar kepada petani disekitarnya
 2. Persyaratan petani pengajar
Berhasil dalam usaha taninya
Mempunyai pengetahuan dan ketrampilan lebih dari rata-rata petani pemagang
Bersedia dan mampu mendidik para pemagang
Pernah mengikuti kursus tani
Bersedia dan mampu menyediakan akomodasi bila pemagang datang dari daerah lain.
 3. Persyaratan pembimbing
Menghubungkan dan mempertemukan calon pemagang dan calon pengajar
Membimbing pengajar dalam teknik mengajar dan membantu pemagang dalam kegiatan belajar
Melaksanakan evaluasi dn memantau kegiatan untuk penyempurnaan pelaksanaannya
Mendorong para petani terutama kontak tani agar secara swadaya melaksanakan pendidikan magang untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam memajukan masyarakat tani dan pembangunan di pedesaan
 Prinsip Penyelenggaraan Magang
 Mempunyai minat terhadap bidang yang akan dipelajari
Menghayati tujuan belajar dan merasakan kegunaannya
Mendapatkan kesempatan yang cukup untuk berlatih diri selama magang terutama dalam memecahkan masalah yang dihadapi
Merasa senang dan puas  terhadap lingkungan belajar, pengajar, dan hasil belajar
Mendapat bimbingan dari pembimbing dan pengajar dalam memilih cabang usaha tani yang  sesuai dengan minat, pengetahuan dan ketrampilan serta latar belakang teknis, sosial  dan ekonomi daerah asalnya
Dipertemukan dengan pengajar untuk secara bersama untuk menyusun dan menetapkan rencana kegiatan dan kesempatan magang dalam hal pemondokan, konsumsi dan tata tertib.
 Tata Cara Pelaksanaan
 1. Persiapan
 Para pembimbing harus aktif menyebarkan informasi pada setiap kesempatan tentang adanya peluang bagi petani untuk mengikuti pendidikan magang pada setiap pertemuan. Selanjutnya adakan inventarisasi jumlah pemagang berikut materi usaha tani yang diminati dan jumlah petani pengajar
 2. Pelaksanaan
 Pendidikan magang sebaiknya dilaksanakan sewaktu kegiatan usaha tani yang akan dipelajari sedang berlangsung
Lama belajar disesuaikan dengan keperluan para pemagang dan materi yang diajarkan
Jumlah pemagang yang belajar pada setiap petani pengajar disesuaikan dengan kemampuan petani pengajar dalam mengajar dan fasilitas yang tersedia
 3. Materi yang diajarkan
 Materi yang diajarkan sebaiknya berkaitan dengan fungsi seorang petani sebagai :
 Pemimpin perusahaan yang mengelola usaha taninya sendiri
Tenaga pembukuan yang melaksanakan pencatatan, perhitungan dan analisis usaha tani
Tenaga mekanik yang menggunakan, merawat, memperbaiki alat dan mesin yang digunakan dalam berusaha tani
Kepala rumah tangga dan anggota masyarakat yang mempunyai interaksi sosial dengan anggota keluarga dan masyarakat dilingkungan keluarga dan usaha taninya
 Evaluasi
 Pokok-pokok evaluasi antara lain
Kerjasama petani pengajar dan pembimbing
Kesempatan yang diberikan oleh petani pengajar kepada pemagang untuk berlatih selama magang
Hubungan sosial petani pengajar dan pemagang
Keadaan akomodasi dan konsumsi selama magang
Tambahan pengetahuan dan ketrampilan dalam pengelolaan usaha tani
Kreativitas, sikap kritis, rasa percaya diri dan jiwa wiraswata yang tumbuh dan berkembang
Apresiasi dan keyakinan terhadap usaha tani sebagai sumber mata pencaharian
Hubungan sosial dan interaksi positif yang tumbuh atau berkembang antara sesama petani
 Tambahan ketrampilan, kecapan dan rasa percaya diri para petani pengajar

 Bimbingan Lanjutan
Memantau perkembangan pemagang setelah kembali ketempat asal
Membina keakraban lebih lanjut antar pemagang dan petani pengajar
Membimbing usaha tani eks pemagang
Memotivasi eks pemagang untuk menjadi pengajar di daerahnya

 TEMU KARYA
 Pengertian
 Pertemuan antara petani untuk bertukar pikiran dan pengalaman serta belajar atau saling mengajarkan ketrampilan maupun pengetahuan untuk diterapkan.

 Tujuan
Terbukanya kesempatan tukar-menukar pengalaman & ketrampilan
Tersalurannya teknologi dikalangan petani secara langsung & lebih cepat
Memperluas cakrawala berfikir terhadap sesuatu hal yang dibicarakan
Mendidik berfikir secara skematis
Belajar untuk dapat mengendalikan diri
Meningkatkan keakraban
 Manfaat
Menumbuhkan keyakinan, kepercayaan diri & swadaya petani dalam penerapan teknologi pertanian
Mudah meyakinkan petani lainnya dalam penerapan teknologi yang dianjurkan
 Pemilihan dan Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian
 A. Beberapa pertimbangan dalam PemilihanPertanian
Sasaran (tingkat PSK sasaran, tingkat pendidikan, tujuan yang akan dicapai, sosial budaya dan lain lain.
Sumber daya dan kelengkapannya (kemampuan penyuluh pertanian, materi, sarana dan biaya penyuluhan pertanian)
Potensi wilayah /keadaan daerah (musim, jenis usaha tani, dan kondisi lapangan
Kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah
 B. Penetapan Metode Penyuluhan Pertanian
Identifikasi Kebutuhan
Analisa sasaran
Merumuskan tujuan
Menetapkan alternatif metode penyuluhan pertanian
 PENGERTIAN, TUJUAN DAN PRINSIP-PRINSIP METODE PENYULUHAN PERTANIAN PARTISIPATIF.
 A. Pengertian, Tujuan dan Prinsip Prinsip Penyuluhan Pertanian
 Paradigma baru penyuluhan pertanian menuntut agar penyuluhan pertanian difokuskan kembali kepada petani dan keluarganya pelaku pembangunan pertanian. Dengan demikian kedudukan petani dan keluarganya dalam pembangunan pertanian adalah sebagai pelaku utama dan sebagai subyek bukan obyek.
 Penyuluh pertanian merupakan bagian dari sistim pembangunan pertanian dan merupakan upaya membangun kemampuan masyarakat secara persuasif edukatif seyogyanya dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip penyuluhan pertanian secara baik dan benar. Dengan demikian penggunaan metode penyuluhan pertanian partispatif yng berfokus kepada kepentingan dan aspirasi petani dan keluarganya mutlak diterapkan guna mewujudkan keberdayaan petani dan keluarganya dalam memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan mereka secara mandiri dan berkelanjutan.Untuk itulah dipandang perlu menggalakan dan mensosialisasikan penerapan pendekatan penyuluhan pertanian partisipatif secara lebih luas dengan kembali penyuluhan pertanian kepada petani
 Pengertian
 Pengertian penyuluhan pertanian partisipatif adalah pendidikan luar sekolah ( non formal ) bagi petani beserta keluarganya serta anggota masyarakat pertanian lainnya melalui upaya pemberdayaan dan pengembangan kemampuan untuk memecahkan masalah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayahnya
      2.   Prinsip-prinsip
Menolong diri sendiri
 Prinsip menolong diri sendiri memberikan landasan bahwa penyuluhan partisipasif membangun kapasitas dan kemampuan petani beserta keluarganya dalam memanfaatkan potensi sumber daya yang dimiliki untuk menolong diri sendiri tanpa harus menunggu bantuan orang lain atau tergantung kepada pihak luar.
               2.   Partisipasi
 Memberikan penyuluhan partisipasif melibatkan petani beserta keluarganya mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi. Wujud keterlibatan tersebut adalah kesadaran dan kemauan mereka untuk datang, mendengar, berkomunikasi searah, berkomunikasi dua arah, membangun kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama, membuat keputusan, berbagi resiko, bermitra, sampai mampu mengelola sendiri
              3.   Kemitrasejajaran
 Memberikan landasan bahwa penyuluhan partisipatif diselenggarakan berdasarkan atas kesamaan kedudukan antara penyuluh dengan petani dan keluarganya. Dengan demikian penyuluhan pertanian mempunyai kedudukan sebagai mitra sejajar petani dan keluarganya.
             4.     Demokrasi
 Memberi landasan bahwa dalam penyuluhan pertanian partisipatif seluruh kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring, sampai evaluasi diselenggarakan dari petani oleh petani dan untuk petani.
            5.      Keterbukaan
 Memberikan landasan bahwa dalam penyuluhan partisipatif seluruh kegiatan mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi  diselenggarakan secara terbuka. Setiap petani mempunyai akses yang sama untuk mendapatkan informasi sehingga timbul rasa saling percaya dan kepedulian besar
           6.       Desentralisasi
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi dititikberatkan pada daerah kabupaten / kota dengan melaksanakan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab.
            7.      Keswadayaan
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi diselenggarakan atas dasar swadaya petani & keluarganya yang diwujudkan dengan cara menyumbangkan tenaga & material yang mereka miliki untuk melaksanakan semua kegiatan.
           8.      Akuntabilitas
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif mulai dari identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai evaluasi dipantau dan diawasi oleh petani beserta keluarganya serta masyarakat tani lainnya.
           9 .      Menemukan sendiri
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif bukan hanya sekedar transfer paket teknologi untuk diadopsi oleh petani beserta keluarganya sebaliknya penyuluhan partisipatif ditujukan untuk memperkuat kapasitas masyarakat tani setempat dalam proses penciptaan dan pengembangan inovasi melalui kegiatan studi / kajian yang dilakukan oleh mereka sendiri dan penggalian informasi mengenaik aspek biofisik (agroklimat), sosial dan ekonomi sampai dengan penyebarluasan pengetahuan, pengalaman dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka dan potensi wilayah masing masing. Termasuk juga disini kemampuan untuk memanfaatkan dan mengembangkan kearifan lokal. Kegiatan ini selanjutnya dimaksudkan untuk membuat rencana kegiatan kelompok, rencana kegiatan desa, kecamatan serta kabupaten.
          10.     Membangun pengetahuan
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif diselenggarakan untuk memperkuat kegiatan wadah / keras belajar petani secara berkesinambungan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan, sikap, dan perilaku positif, membangun etos kerja keras, produktif, efisien, disiplin dan jiwa serta semangat kewirausahaan yang pandai melihat dan memanfaatkan peluang serta pantang menyerah atau putus asa.
         11.      Kerja sama dan Koordinasi
 Memberi landasan bahwa penyuluhan partisipatif diselenggarakan atas dasar kerja sama dan koordinasi yang intensif baik diantara peneliti, penyuluh, dan petani beserta keluarganya serta masyarakat tani lainnya maupun dengan pihak-pihak terkait. Kerja sama dan koordinasi ini dilakukan secara perorangan maupun melalui kelembagaan baik perusahaan swata, LSM, Perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian. Dinas-dinas lingkup dan luar sektor pertanian maupun lainnya. Kerja sama dan koordinasi ini dilaksanakan secara terpadu dan berorientasi kepada kebutuhan petani beserta keluarganya sehingga memberi efek saling memperkuat bagi upaya pemberdayaan petani dan keluarganya. Dalam kenyataannya peran penyuluh mengalami gelombang pasang surut sesuai dengan kebutuhan dan tuntutannya. Pada saat dimana suatu program pembangunan didominasi oleh peran pemerintah dan peran masyarakat sipil lemah, maka penyuluhan lebih ditetapkan sebagai usaha mengendalikan atau memanipulasi lingkungan sedemikian rupa sehingga dapat mempengaruhi orang-orang tertentu untuk mau merubah pola perilakunya untuk memperbaiki mutu kehidupan mereka. Sebaliknya jika peran masyarakat sipil kuat dan ditempatkan sebagai subyek sasaran penyuluhan, maka penyuluhan tidak lain adalah pemberdayaan sasaran penyuluhan tersebut.
 B. PENGERTIAN, TUJUAN DAN PRINSIP-PRINSIP METODE PENYULUHAN PARTISIPATIF

 Penyuluhan pertanian merupakan kegiatan pendidikan dengan tujuan untuk mengubah perilaku klian (petani dan keluarga) sesuai dengan yang direncanakan atau diinginkan yakni upaya pemberdayaan klien agar lebih berdaya secara mandiri. Untuk mencapai maksud tersebut kegiatan penyuluhan harus dapat menimbulkan perubahan perilaku petani dan keluarganya. Dalam kegiatan penyuluhan seorang penyuluh pertanian memiliki peranan yang sangat penting dalam penyampaian materi-materi penyuluhan yang diperlukan oleh petani beserta keluarga.Untuk itu seorang penyuluh harus bisa memilih dan menerapkan cara atau metode apa yang digunakan untuk menyampaikan materi penyuluhan.
 Metode Penyuluhan Pertanian adalah cara atau teknik penyampaian materi penyuluhan pertanian melalui saluran / media komunikasi oleh Penyuluh Pertanian kepada petani beserta keluarga agar mereka bisa dan membiasakan diri menggunakan teknologi baru baik secara langsung maupun tidak langsung.
 Salah satu alasan mengapa kita menggunakan metode penyuluhan pertanian adalah sasaran yang akan diberi penyuluhan pertanian cukup beragam baik pada tahap perkembangan mental, keadaan lingkungan dan kesempatannya. Dengan keragamannya sasaran tersebut maka perlu dipilih dan digunakan metode penyuluhan pertanian yang sesuai dengan kondisi sasaran.
 Tujuan penggunaan metode penyuluhan penyuluhan pertanian adalah untuk membantu para penyuluh pertanian dalam menyampaikan materi penyuluhan pertanian kepada petani beserta keluarganya agar materi tersebut bisa diterima secara efektif oleh petani dan bisa menimbulkan perubahan-perubahan perilaku sesuai dengan yang diinginkan
 Sebelum menerapkan Metode penyuluhan pertanian partisipatif seorang penyuluh pertanian perlu memahami prinsip-prinsip metode penyuluhan pertanian yang dijadikan landasan memilih metode yang tepat bahwa ada 5 prinsip metode penyuluhan pertanian yaitu :
Pengembangan untuk berfikir kreatif
 Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, seorang penyuluh pertanian harus mampu memilih metode yang tepat yang dapat mengembangkan daya nalar dan kreativitas petani dan keluarganya. Dengan metode tepat diharapkan bisa dihasilkan petani yang mampu dengan upaya sendiri mengatasi masalahnya yang dihadapi dan mampu mengembangkan kreativitas untuk memanfaatkan setiap peluang dan potensi yang ada untuk memperbaiki mutu hidup
      2.  Lokasi kegiatan petani
 Dalam kegiatan rutinitasnya, petani sibuk dengan kegiatan usahataninya sehingga kadang kala mereka tidak suka diganggu. Untuk itu kegiatan penyuluh pertanian sebaiknya menerapkan metode-metode yang dapat dilaksanakan di lingkungan tempat tinggal petani bekerja. Beberapa keuntungan dari penerapan metode di lingkungan petani bekerja antara lain ; a) tidak mengganggu kegiatan rutinitas petani, b) dapat ditunjukkan contoh-contoh nyata masalah lingkungan kerja petani dan, c) penyuluh pertanian dapat memahammi betul keadaan sasaran yang dapat dimanfaatkan untuk perbaikan mutu hidupnya
     3.  Keterikatan dengan lingkungan sosial
 Setiap petani akan berperilaku sesuai dengan kondisi lingkungan sosialnya dimana mereka tinggal. Kegiatan penyuluh pertanian akan lebih efisien jika dilaksanakan hanya kepada masyarakat petani terutama yang diakui lingkungan sebagai panutan yang baik
     4.   Keakraban hubungan dengan petani
 Keakrabanan hubungan antara penyuluh pertanian dengan petani beserta keluarganya merupakan satu hal yang sangat penting dalam kelancaran penyelengaraan penyuluhan pertanian. Dengan keakraban akan tercipta suatu keterbukaan mengemukakan masalah dan mengemukan pendapat serta saran-saran yang disampaikan. Penyuluh pertanian dapat diterima dengan senang hati tanpa ada prasangka dan merasa dipaksa
      5.  Terciptanya perubah
 Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengubah perilaku petani dan keluarganya baik pengetahuan sikap maupun ketrampilan.  Dalam kaitan ini metode penyuluhan pertanian diterapkan harus mampu merangsang petani untuk selalu siap dan senang hati atas kesadaran atau pertimbangan nalarnya sendiri mau melakukan perubahan demi perbaikan hidupnya
 PENGGOLONGAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
 A. Berdasarkan Teknik Komunikasi
Metode penyuluhan pertanian langsung (direct communication), metode langsung digunakan waktu berhadapan muka ke muka dengan sasarannya dan berdialog dengan petani dan keluarganya. contohnya demonstrasi, ceramah, kursus tani, obrolan sore. Metode yang langsung ini dianggap lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran. Dalam kondisi terbatasnya personalia, kurangnya transport, terbatasnya biaya, maka metode ini dianggap mahal.
Metode penyuluhan pertanian tidak langsung (indirect communication), metode ini megunakan penyampaian pesan melalui perantara (medium atau media) contohnya; media cetak (brosur, majalah, surat kabar, dsb), media elektronik (radio, televisi, dsb), media pertunjukan atau sandiwara, pameran dll. Metode tidak langsung dapat menolong banyak sekali apabila metode langsung tidak memungkinkan digunakan terutama dalam upaya menarik perhatian dan menggugah hati sasaran. Siaran lewat radio dan televisi dapat menarik perhatian bila ditangani secara tepat. Pameran yang baik diselenggarakan akan memberikan kesan yang lama dan meyakinkan. demikian pula halnya dengan pertunjukan film dan slide, yang sekaligus dapat memberikan hiburan dan pengetahuan umum kepada masyarakat di pedesaan.
 B.  Berdasarkan Sasaran Yang Ingin Dicapai
Pendekat Perorangan ; digunakan untuk berhubungan langsung maupun tidak langsung dengan masing-masing orangnya. Hasil survey membuktikan bahwa metode perorangan ini memberi pengaruh 17%-18% terhadap semua metode. Contohnya kunjungan ke rumah, ke sawah, ke kantor, pengiriman surat atau melalui telepon. Dalam banyak hal hubungan perseorangan diperlukan agar petani menerapkan rekomendasi yang dianjurkan
Pendekatan kelompok; digunakan untuk menyampaikan pesan kepada kelompok. Metode ini sesuai dengan keadaan dan norma sosial dari masyarakat pedesaan Indonesia seperti hidup berkelompok, bergotong-royong dan berjiwa musyawarah. Metode ini dapat meningkatkan tahapan minat dan perhatian ke tahapan evaluasi dan mencoba menerapkan rekomendasi yang dianjurkan. Hasil survey membuktikan bahwa metode kelompok ini memberikan pengaruh 25% terhadap semua metode. Contoh metode ini adalah pertemuan, demonstrasi, karyawisata, pameran, perlombaan, diskusi kelompok, kursus dll
Pendekatan massal digunakan untuk menyampaikan pesan langsung atau tidak langsung kepada banyak orang sekaligus pada waktu hampir bersamaan. Metode ini digunakan untuk menarik minat dan perhatian masyarakat akan suatu rekomendasi usaha tani. Hasil survey membuktikan bahwa metode massal ini memberikan pengaruh 37% terhadap semua metode. contohnya pidato dalam pertemuan besar, siaran pedesaan, lewat radio atau tv, pertunjukan wayang, sandiwara atau dagelan, penyebaran bahan cetakan, penempelan poster, pembentangan spanduk, dll. Adapun sebanyak 19% disebabkan pengaruh tidak langsung seperti informasi antar tetangga, percakapan/obrolan, kunjungan dan memperhatikan sesuatu di pinggir jalan. Sebagai kesimpulan dapat dikemukan bahwa untuk melakukan kegiatan penyuluhan pertanian yang baik perlu digunakan berbagai macam metode.
 C. Berdasarkan Indera Penerima
 Penglihatan/Visual (pesan diterima melalui penglihatan) contoh ;
 Publikasi barang cetakan, gambar, poster
Pertunjukanfilm bisu dan slide tanpa penjelasan lisan
 Pameran tanpa penjelasan lisan, surat menyurat,
     2.  Pendengaran/Audio (pesan diterima melalui indera pendengaran) contoh;
Siaran radio, tape recorder, Hubungan telephonePidato, ceramah
     3.  Kombinasi/Audio-visual (pesan dapat diterima melalui indera penglihatan
Pertunjukan film bersuara Siaran televisi, wayang, sandiwara  Demonstrasi, kursus (di kelas & praktek) Pameran
Karyawisata
 Anita Gamadi dlm bukunya "Penyuluhan kepada Rakyat Tani" menyatakan bahwa penangkapan pesan dari mendengarkan saja  (10%) hasil penangkapan dari melihat (50%) sedangkan hasil penangkapan dari mengerjakan sendiri (90%). Mardikanto (1993) menggolongkan metode penyuluhan pertanian berdasarkan pendekatan proses komunikasi sebagai berikut ;
 1. Berdasarkan media yang digunakan
Media lisan, melalui komunikasi langsung seperti tatap muka dan ceramah
Media cetak seperti folder, brosur dan majalah
Media terproyeksi seperti melalui siaran tv dan pertunjukan film
 2. Berdasarkan sifat hubungan penyuluh pertanian dan sasaran
Komunikasi langsung seperti tatap muka dan anjangsana
Komunikasi tidak langsung seperti melalui surat dan penggunaan media
 3. Berdasarkan psiko sosial sasaran
Pendekatan perorangan seperti kunjungan/anjangsana
Pendekatan kelompok seperti kursus tani dan pertemuan kelompok
Pendekatan massal seperti pemutaran film dan pameran
STRATEGI PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERTANIAN
    Agar pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian dapat berjalan secara optimal, diperlukan strategi yang dapat mendukung ke arah pemilihan metode penyuluhan yang tepat. Topik ini akan membahas mengenai:
Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih metode penyuluhan pertanian. 
Kiat-kiat dalam memberikan penyuluhan pertanian
Faktor-faktor yang Dipertimbangkan dalam Memilih Metode Penyuluhan Pertanian
    Keberhasilan penggunaan metode penyuluhan pertanian  salah satunya ditentukan oleh tepatnya penyuluh dalam mempertimbangkan berbagai faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode penyuluhan itu sendiri.  Adapun faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan tersebut antara lain adalah:
1.      Karakteristik sasaran
2.      Karakteristik penyuluh
3.      Karakteristik keadaan daerah
4.      Materi penyuluhan pertanian
5.      Sarana dan biaya
6.      Kebijaksanaan pemerintah
Karakteristik Sasaran
    Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode penyuluhan pertanian adalah hal-hal yang menyangkut:
1.  Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran.
Faktor ini sangat erat kaitannya dengan tingkat adopsi sasaran.  Untuk melihat tingkat adopsi, penyuluh dapat mengacu pada tahapan adopsi inovasi yang umum dipakai, yaitu tahapan-tahapan di mana seorang petani sampai pada pertimbangan dan sikap tertentu sebelum mengadopsi inovasi.  Tahapan-tahapan tersebut antara lain:
  Tahap Sadar (Awareness ) atau tahap mengetahui, di mana seorang petani baru pertama kali mendengar suatu ide atau inovasi baru.
   Tahap Minat (Interest ), yaitu tahap mencari informasi lebih lanjut dari ide yang telah diketahuinya.
   Tahap Evaluasi (Evaluation ), yaitu tahap penilaian, mempertimbangkan manfaat dan kekurangan penggunaan inovasi.
  Tahap Mencoba (Try ), yaitu tahap di mana petani mulai mau menerapkan inovasi dalam skala kecil.
   Tahap Mengadopsi (Adoption ), petani benar-benar menerapkan inovasi dalam skala besar pada usahataninya 
2.  Keadaan sosial dan budaya sasaran.
Hal-hal yang menyangkut keadaan sosial budaya sasaran antara lain:
   Nilai-nilai/prinsip hidup yang dianut oleh individu sasaran
   Nilai sosial yang berlaku pada masyarakat sasaran
   Norma-norma sosial atau pola tingkah laku yang dianut sasaran, yang berupa: tata cara, kebiasaan, tata kelakuan, adat, atau hukum.
  Pola pelapisan sosial, seperti: lapisan atas, lapisan menengah, lapisan bawah, juragan, pandega, kuli kenceng, kuli kendo, dan lain-lain.
   Status sosial atau kedudukan sosial yang berlaku di masyarakat
    Struktur kekuasaan dan pengaruh, seperti: kepemimpinan sosial, alokasi solidaritas, struktur keluarga dan lain-lain.
Karakteristik Penyuluh
    Dalam kondisi pertanian dewasa ini, agen penyuluhan pertanian harus memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kompetensi petani.  Sebaiknya penyuluh memiliki kemampuan untuk:
-  Memperkenalkan pertanian yang menuntut keterampilan-keterampilan baru bagi petani.
-  Mempengaruhi perilaku petani agar mau mencoba meningkatkan kemampuan dirinya.
-  Menggunakan metode penyuluhan yang mendukung ke arah peningkatan motivasi petani.
- Mengidentifikasi kendala yang akan timbul  dari penerapan suatu metode penyuluhan pertanian.
- Merencanakan, mengatur, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan proses belajar petani dan anggota keluarganya.
Karakteristik Keadaan Daerah
    Karakteristik keadaan daerah yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan metode penyuluhan adalah:
  Keadaan musim
Faktor musim yang sedang berjalan di daerah tertentu dapat berpengaruh terhadap pemilihan metode penyuluhan pertanian.  Contohnya, pada musim hujan yang biasanya turun deras menjelang sore hari, kunjungan ke lapangan usahatani sebaiknya dilakukan pada pagi hari sebelum hujan turun.  Atau apabila ingin melakukan demonstrasi cara tentang penanaman jagung maka sebaiknya tidak dilakukan pada saat musim hujan.
  Keadaan usahatani
Yang dimaksud keadaan usahatani adalah tahap-tahap perkembangan usahatani mulai dari penanaman sampai waktu panen.  Sebagai contoh, metode diskusi kelompok dalam satu hamparan usahatani cocok diterapkan pada saat memilih jenis pupuk yang baik untuk tanaman tertentu.
  Keadaan lapangan
Keadaan lapangan antara lain dapat dilihat dari topografi tanah, letak lahan usahatani atau rumah petani (apakah berjauhan, tersebar atau berkumpul), keadaan jalan dan waktu yang ditempuh untuk mencapai lokasi rumah/usahatani, dan lain-lain.
Materi Penyuluhan Pertanian
   Materi penyuluhan termasuk faktor yang menentukan dalam keberhasilan penyuluhan.  Dalam pemilihan metode penyuluhan, materi penyuluhan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan.   Jika materi penyuluhan ditekankan pada dinamika dan partisipasi kelompok, maka metode yang digunakan sebaiknya metode partisipatif, artinya metode yang dapat membangkitkan partisipasi anggota.  Akan tetapi jika materi ditekankan pada hal-hal yang menyangkut  pengetahuan atau inovasi  baru, maka metode pengenalan seperti ceramah, penyebaran informasi melalui media atau obrolan santai bisa dipergunakan. 
    Secara umum, materi penyuluhan harus memilik sifat-sifat berikut:
  Berhubungan dnegan kebutuhan belajar sasaran
  Dapat digunakan sesuai keadaan nyata
  Menguntungkan sasaran
  Mudah dipahami dan praktis untuk diterapkan
  Sederhana, tidak berbelit-belit
 Cocok dengan inovasi terdahulu
Sarana dan Biaya
    Faktor ini biasanya termasuk salah satu faktor yang dipertimbangkan di awal perencanaan penyuluhan.  Dalam memilih metode, diupayakan agar sarana/biaya yang minim bisa dimanfaatkan untuk melangsungkan suatu metode penyuluhan yang  efektif.
     Sebagai contoh, di daerah yang sulit dijangkau masyarakat luar daerah, sebaiknya tidak perlu diadakan pameran pertanian, karena kemungkinan pengunjungnya kurang banyak.  Contoh lain adalah memilih metode kursus tani yang relatif lebih mudah dan murah dibandingkan metode demonstrasi, serta lebih banyak melibatkan peserta/sasaran dalam waktu yang relatif singkat daripada metode kunjungan.
Kebijakan Pemerintah
Biasanya kebijakan pemerintah tentang materi penyuluhan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat petani secara umum.  Berbagai hasil penelitian atau penemuan baru sering dijadikan pemerintah sebagai ''program unggulan'' dalam penyuluhan pertanian.  Untuk itu proses penyebarannya harus didukung dengan penggunaan metode yang tepat, yang dapat menyebarkan program pemerintah dengan cepat dan menjangkau sasaran di hampir setiap daerah. 
Kiat-kiat  dalam Memberikan Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan dapat diartikan sebagai keterlibatan  seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar (Ban & Hawkins, 1999).  Dengan tujuan tersebut maka proses penyuluhan memerlukan trik atau siasat tersendiri sehingga bentuk penyuluhan tidak terkesan seperti menggurui petani.  Beberapa trik atau siasat yang dapat dipakai untuk merencanakan program pendidikan bagi petani antara lain:
1.      Melihat karakteristik sasaran penyuluhan
2.      Membantu sasaran mengidentifikasi permasalahan
3.      Membangkitkan motivasi sasaran untuk mengubah prilaku
4.      Mempertimbangkan materi penyuluhan berdasarkan ''localy specific''
5.      Memilih bahasa yang baik
Melihat Karakteristik Sasaran Penyuluhan
Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan penyuluhan yaitu:
-   tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran
-   keadaan sosial budaya sasaran
 Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran berkaitan erat dengan tingkat pengalamannya.  Memberikan penyuluhan kepada petani yang berpengalaman tentu akan berbeda dengan kepada petani yang minim pengalaman.  Untuk menyiasatinya, petani yang memiliki pengalaman lebih bisa diminta bantuannya untuk memaparkan pengalamannya itu kepada petani lain. 
Contoh: Dalam forum tidak formal misalnya suatu obrolan di warung kopi yang dikunjungi oleh sekelompok petani, penyuluh bisa memancing beberapa pertanyaan kepada mereka seputar penggunaan urea tablet di lahan sawah mereka.  Petani yang menggunakan urea tablet akan saling menceritakan pengalaman serta  keberhasilannya, dan mungkin terdengar bahkan direspon oleh mereka yang belum menggunakan urea tablet.  Dalam forum ini terlihat penyuluh tidak secara langsung menyarankan petani agar mereka mau menggunakan urea tablet, tetapi biasanya mengarahkan obrolan mereka, sehingga mereka tidak merasa digurui oleh penyuluh.
Keadaan sosial budaya antara lain bisa dilihat dari tatacara, kebiasaan dan adat istiadat sasaran.  Misalnya di daerah yang nilai-nilai agama Islamnya masih cukup kuat, sebaiknya penyuluh tidak menjadwalkan waktu pemutaran film penyuluhan pada hari Jumat karena hal itu masih dianggap tabu oleh masyarakat.
Membantu Sasaran Mengidentifikasi Permasalahannya
Sebagian besar petani kurang mempunyai pengetahuan serta wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan mereka, memikirkan pemecahannya, apalagi memilih pemecahan masalah yang tepat.  Penyuluh dapat membantu petani dengan menghilangkan hambatan  kurangnya pengalaman dan pendidikan, yaitu dengan cara menyediakan informasi dan memberikan pandangan kepada mereka mengenai masalah yang dihadapi.  Contohnya, pada musim tanam yang lalu, dalam satu hamparan sawah terjadi kegagalan panen padi.  Petani frustasi karena tidak mengerti mengapa panen bisa gagal, padahal cara penanaman dilakukan sesuai saran/anjuran penyuluh.  Penyuluh membantu petani menelusuri sebab kegagalan panen, ternyata terdeteksi hama baru yang belum pernah dikenali petani.  Di sini, penyuluh tidak langsung bertindak untuk mengintruksikan pemberantasan hama, akan tetapi  terlebih dahulu menjelaskan atau memberi informasi yang bersifat teknis mengenai hama tersebut dan menunjukkan cara penanggulangannya.
Membangkitkan Motivasi Sasaran untuk Mengubah Perilakunya
Kadang-kadang petani kurang memiliki motivasi untuk mengubah perilakunya karena ada faktor lain yang menjadi hambatan.  Misalnya, petani enggan menggunakan saluran irigasi untuk mengairi sawahnya dan hanya mengandalkan hujan yang diharapkan akan selalu turun setiap hari.  Alasannya adalah bahwa lokasi sawah yang agak jauh dengan saluran irigasi, serta menyalahkan petani lain yang tidak mau menyalurkan air ke sawahnya.  Penyuluh bisa memotivasi petani dengan mengemukakan bahwa dengan menggunakan air irigasi maka sistem pengairan akan mudah diatur sehingga tanaman padi dapat tercukupi kebutuhan airnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas padi yang ditanam.  Sementara itu dikatakan pula bahwa tenaga yang dibutuhkan untuk menggali saluran air akan lebih ringan apabila hal tersebut dilakukan bersama-sama dengan petani lain yang berada dalam satu hamparan.  Ada baiknya penyuluh ikut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan pembuatan saluran air dari irigasi.
Mempertimbangkan Materi Penyuluhan Berdasarkan ''Localy specific''
Kebutuhan materi penyuluhan biasanya berbeda dari satu tempat ke tempat lain.  Berdasarkan hal ini penyuluh tidak hanya bisa memperkenalkan inovasi pertanian yang dikembangkan oleh pemerintah, tetapi juga harus memperhatikan potensi yang terdapat di daerah setempat.  Sebagai contoh, di wilayah Papua akan lebih efektif jika dilakukan penyuluhan mengenai pengembangan produktivitas sagu dan ubi mengingat komoditas tersebut adalah bahan pangan utama di daerah itu.  Contoh lain misalnya di daerah Garut, pemberdayaan pupuk buatan dari kotoran kambing bisa dijadikan materi unggulan dalam program penyuluhan karena di daerah tersebut hampir sebagian besar penduduknya memelihara kambing.
Memilih Bahasa yang Baik
 Adakalanya pesan yang ingin disampaikan terasa sensitif dan mungkin akan menimbulkan keresahan petani.  Penyuluh harus mampu mengurangi kekhawatiran petani tersebut dengan cara mengungkapkan pesan dengan bahasa yang baik.  Contohnya penyuluh akan memberitahu petani tentang bahaya erosi akibat dibiarkannya lahan lama yang tidak ditanami lagi dengan sekaligus memberitahukan cara-cara penanggulangan bahaya tersebut sebelum timbul kerusakan yang parah.  Contoh lain misalnya petani harus tahu mengenai bahan kimia tertentu yang akan sangat berbahaya bagi kesehatan, akan tetapi supaya petani tidak merasa khawatir untuk mempergunakannya, penyuluh juga menyampaikan komposisi yang benar dalam pemakaian bahan kimia. 
Pada akhir tahun 1998 terjadi wabah belalang besar-besaran yang menyerang tanaman padi di Provinsi Lampung, yang tentu saja sangat meresahkan petani di daerah tetangganya.  Penyuluh mengantisipasi dengan menyarankan pemakaian pestisida ringan disamping menyampaikan upaya pemerintah menanggulangi hal tersebut yaitu dengan menampung hasil penangkapan belalang dari masyarakat untuk dijadikan pakan ternak, sehingga mengurangi kekhawatiran petani akan penyebaran belalang ke wilayahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar